#virus-corona#covid-19#tips-work-from-home

Dampak WFH pada Ibu yang Bekerja

( kata)
Dampak WFH pada Ibu yang Bekerja
Working From Home (WFH) atau kerja dari rumah sudah memberikan banyak perubahan dalam kehidupan, khususnya bagi para ibu yang bekerja. (Ilustrasi/Pexels)

Jakarta (Lampost.co) -- Working From Home (WFH) atau kerja dari rumah sudah memberikan banyak perubahan dalam kehidupan, khususnya bagi para ibu yang bekerja. Masa-masa ini membuat beberapa dari mereka menjadi terbebani dan beberapa lainnya lagi memiliki waktu berkualitas bersama keluarganya.

Survei terbaru Orami yang melibatkan responden dari anggota Orami Community yang tersebar di seluruh Indonesia menunjukkan bahwa, memasuki minggu ke-4 #DiRumahAja, terdapat perubahan dari segi perilaku dan keseharian para Ibu di Indonesia. 

“Tidak bisa dipungkiri bahwa #DiRumahAja memberikan efek perasaan yang campur aduk bagi para Ibu, mulai dari bosan, lelah, maupun cemas. Namun tidak sedikit yang juga merasa senang dan beberapa merasa lebih mindful. Perubahan pola komunikasi dan rutinitas sepertinya memberikan banyak perspektif baru untuk para ibu.” ungkap Cynthia Tenggara, Head of Orami Parenting.

Berdasarkan survei tersebut, ibu yang bekerja mengalami tiga perubahan dalam kehidupan mereka. 

Pertama sebanyak 53 persen dari mereka merasa kesulitan karena harus membagi waktu antara mengurus anak dan juga bekerja. Kedua, sebanyak 48 persen lainnya merasa merasa quality time dengan anak semakin bertambah. Dan ketiga, sebanyak 35% ibu yang terdaftar  jadi punya waktu lebih banyak untuk melakukan hal lain seperti masak, atau melakukan hobi lainnya.

Dari survei tersebut dapat disimpulkan kebanyakan ibu yang bekerja dalam masa WFH ini tidak sesantai yang kita pikirkan. Namun setidaknya, hubungan mereka dengan keluarga menjadi semakin kuat dengan adanya kegiatan bersama.

“Dari hasil survei ini, kami dapat menyimpulkan bahwa alih-alih merasa sedih terus menerus, sebenarnya kesempatan #DiRumahAja ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi para ibu untuk mempererat hubungan antar keluarga, serta saling mendukung. Kami percaya rumah adalah awal untuk generasi yang lebih baik ke depannya,” ujar Cynthia Tenggara, Head of Orami Parenting.

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar