#ppkm#covid-19

Dampak PPKM Tahap II Belum Signifikan

( kata)
Dampak PPKM Tahap II Belum Signifikan
Dampak PPKM Tahap II Belum Signifikan. Lampost.co/Umar Robbani


Bandar Lampung (lampost.co) -- Pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali hingga dua tahap. Namun, hingga kini kebijakan itu belum menunjukkan hasil signifikan.

Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, menjelaskan jumlah kasus aktif pada Januari menjadi yang tertinggi selama Pandemi. Hal itu akibat ada masa liburan pada akhir 2020 dan aktivitas masyarakat yang tinggi.

Hal itu berarti PPKM tahap II belum menunjukkan hasil besar. Namun, menurutnya terjadi penurunan keterisian tempat tidur isolasi selama PPKM. Jumlah kasus positif pun mulai melandai meski belum signifikan.

"Dari evaluasi itu maka PPKM di Jawa-Bali memang harus lebih ditegakkan untuk menekan jumlah penularan," ungkapnya dalam Talkshow Satgas Covid-19 tentang Evaluasi Pelaksanaan PPKM Tahap 2 di Provinsi Jawa - Bali, Senin, 8 Februari 2021.

Dalam kesempatan itu, Jubir Kemenkes, Siti Nadia Tirmidzi, menambahkan terjadi penurunan angka kematian. Selama PPKM angka kematian tercatat masih dibawah angka dua ratus. Dalam periode yang sama tanpa PPKM kasus kematian lebih dari dua ratus.

Menurutnya, hal itu dipengaruhi penambahan tempat tidur perawatan pasien Covid-19. Ia mengatakan ada 13.000 tambahan tempat tidur yang terbagi menjadi tempat tidur isolasi dan ICU. "Terbanyak ada tempat tidur isolasi, sementara ICU ada sekitar dua ribu penambahan," kata dia.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar