#PAD#Pandemi

Dampak Pandemi, PAD Tubaba Diprediksi Terjun Bebas

( kata)
Dampak Pandemi, PAD Tubaba Diprediksi Terjun Bebas
Pengesahan RAPBD Perubahan 2021 sekaligus penyampaian KUA-PPAS tahun anggaran 2022 dalam sidang paripurna dewan, Rabu, 1 Sepetember 2021. Istimewa


Panaragan (Lampost.co) -- Pendapatan Daerah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) tahun anggaran 2022 diprediksi terjun bebas. Hal itu berdasarkan Kebijakan Umum APBD (KUA) serta Rancangan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) RAPBD 2022 yang hanya diproyeksikan sebesar Rp690,3 miliar.

Sedangkan APBD Perubahan 2021 pendapatan daerah disahkan sebesar Rp905,4 miliar. Turunnya pendapatan daerah 2022  tersebut diketahui setelah dewan mengesahkan RAPBD Perubahan 2021 yang sekaligus penyampaian KUA-PPAS tahun anggaran 2022 dalam sidang paripurna dewan, Rabu, 1 Sepetember 2021.

Bupati Tubaba Umar Ahmad melalui Wakil Bupati Fauzi Hasan mengatakan turunnya pendapatan daerah tahun anggaran 2022 dikarena penyusunan anggaran disesuaikan dengan pendapatan di masa pandemi Covid-19.

"Penyusunan RAPBD 2022 dilakukan penuh kehati-hatian dengan kondisi keuangan secara riil. Artinya, belanja disesuaikan dengan kemampuan daerah termasuk disesuaikan dengan APBN," ujar Fauzi Hasan seusai mengikuti sidang paripurna

Fauzi menjelaskan untuk Pendapatan Daerah Tahun 2022 ditargetkan sebesar Rp690,3 miliar dan Belanja Daerah diproyeksikan sebesar Rp658,2 miliar. Sedangkan, Target Penerimaan Pembiayaan Daerah Rp0 miliar dan  Pengeluaran Pembiayaan Daerah diproyeksikan sebesar Rp42 miliar.

"Penyusunan ini belum dihitung untuk dana alokasi khusus dan tambahan dana alokasi umum," ungkapnya.

Terkait dengan fokus kegiatan APBD 2022  lanjutnya, terdapat lima prioritas kegiatan yakni pertama Pemulihan ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat, jaring pengaman nasional dan pengembangan ekonomi rakyat kreatif, kedua Pembangunan SDM yang berkarakter melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Dasar.

Selanjutnya, ketiga Pengembangan Ekowisata dan Pelestarian Budaya ,keempat Pengembangan Infrastruktur dan kelima Reformasi Birokrasi.

"Untuk prioritas utama tetap dibidang perbaikan infrastruktur," terangnya.

Sementara itu berkaitan dengan pengesahan APBD Perubahan 2021,Pendapatan daerah diproyeksi sebesar Rp920,1 miliar dan belanja sebesar RpRp.991,2 miliar. Pendapatan Daerah tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp55,5 miliar. Pendapatan Transfer, sebesar Rp823.3 miliar. Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah Rp41,3 miliar.

Winarko







Berita Terkait



Komentar