#phk#pekerjadirumahkan#beritalampung#viruscorona

Dampak Covid-19, Kasus Perselisihan Pekerja—Perusahaan di Bandar Lampung Meningkat

( kata)
Dampak Covid-19, Kasus Perselisihan Pekerja—Perusahaan di Bandar Lampung Meningkat
Kepala Disnaker Kota Bandar Lampung Wan Abdurrahman. Lampost.co/Deta Citrawan

Bandar Lampung (Lampost.co): Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandar Lampung mencatat sedikitnya terdapat 30 kasus perselisihan antara pemilik perusahaan dengan pekerja di Kota Tapis Berseri. Jumlah itu merupakan angka yang terhitung sejak awal Januari hingga akhir Juli 2020.

Kepala Disnaker Kota Bandar Lampung Wan Abdurrahman mengatakan angka perselisihan tahun ini cukup signifikan jika dibandingkan dengan jumlah total kasus yang tercatat pada dinas setempat.

"Kalau tahun lalu, mulai dari Januari hingga Desember jumlah perselisihan yang diterima Disnaker Bandar Lampung ada 55 kasus," ujar Wan Abdurrahman saat di temui diruangannya, Kamis, 6 Agustus 2020.

Menurutnya, hal yang mendasari meningkatnya jumlah data laporan kasus perselisihan itu sejak Januari 2020 itu disebabkan oleh wabah virus Covid-19 yang berdampak terhadap seluruh lini sektor terutama kepada pekerja atau buruh.

Atas dampak Covid-19, kata dia, pengaduan dari buruh atau pekerja kepada pemilik perusahaan meningkat. Pengaduan paling banyak yakni kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) dan hak-hak pekerja yang tak terpenuhi oleh perusahaan.

"Bedanya tahun ini diimbangi masa pandemi Covid-19. Jumlah laporan yang kami terima mungkin tidak signifikan tapi jumlah pekerja yang terlibat konflik itu yang menjadi pembeda," kata dia.

Dia menerangkan 30 kasus yang tercatat telah diselesaikan oleh Disnaker Kota Bandar Lampung. Rinciannya 17 perselisihan diselesaikan dengan perjanjian bersama, sementara 13 perselisihan lainnya diselesaikan dengan tahap anjuran.

"Tahap anjuran ini selanjutnya akan diselesaikan oleh PHI (Pengadilan Hubungan Industrial)," pungkasnya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar