#viruscorona#viruskorona#esay#uinradenintan

Dampak Covid-19 Bagi Dunia Perbankan Serta Kebijakan Asset Liability Management untuk Meningkatkan Ekonomi Global dan Stabilitas Ekonomi Nasional

( kata)
Dampak Covid-19 Bagi Dunia Perbankan Serta Kebijakan <i>Asset Liability Management</i> untuk Meningkatkan Ekonomi Global dan Stabilitas Ekonomi Nasional
Ilustrasi. Foto: Google Images


EFEK wabah virus corona (covid-19) kini tak lagi bisa dipandang sebelah mata. Hal ini pun telah menjadi tantangan baru bagi industri perbankan di Tanah Air, terutama dari sisi penyaluran kredit.

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sunarso melihat wabah virus corona tak hanya sebagai tantangan melainkan juga suatu hal positif yang mampu meningkatkan manajemen risiko dari sektor perbankan sehingga menjadi lebih kuat. Sementara PT Bank Mandiri Tbk beranggapan bahwa wabah virus covid-19 ini berpotensi mendorong kenaikan NPL perbankan.

Royke Tumilaar, Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyebut dampak terbesar dari merebaknya virus tersebut akan dirasakan oleh sektor pariwisata dan juga sektor industri yang memiliki bahan baku impor terutama yang berasal dari China.

Namun, Bank Mandiri belum memiliki angka seberapa besar dampak perlambatan kredit yang diakibatkan wabah itu. Sementara dampak terhadap kualitas aset menurut Royke bisa bikin NPL Bank Mandiri naik sekitar 0,2%-0,3%.

"Pertumbuhan kredit akan slow di awal tahun. Sementara NPL bisa naik," kata Royke.

Dengan potensi kenaikan NPL tersebut, Bank Mandiri akan mempertimbangkan untuk menambah pencadangan jika wabah corona masih belum mereda. Namun, Royke berharap wabah virus tersebut bisa semakin berkurang sehingga dampaknya terhadap aktivitas ekonomi tidak membesar.

Memang ada tantangan tapi hal positifnya yaitu risk management kita semakin sigap dan siap. Siap dengan stress testing kita melalui orkestrasi kebijakan. Sunarso optimis sektor perbankan akan mampu melewati berbagai tantangan dari dampak virus corona, termasuk terkait NPL sebab telah ada koordinasi dan manajemen risiko yang baik. Kita optimis karena koordinasi semakin baik dan risk management-nya baik jadi tak terlalu shocking karena kita sering menghadapi ini.

Sebagai informasi, Bank Indonesia memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebanyak 25 basis poin menjadi sebesar 4,75 persen dan suku bunga deposit facility serta lending facility sebesar 25 basis poin masing-masing menjadi 4,00 persen dan 5,5 persen. Tak hanya itu, BI juga menurunkan rasio Giro Wajib Minimum (GWM) valuta asing bank umum konvensional dan syariah yang semula 8 persen dari DPK (Dana Pihak Ketiga) menjadi empat persen dari DPK untuk meningkatkan likuditas di perbankan.

Industri perbankan memberikan dukungan terhadap upaya pemerintah dalam mengatasi penyebaran virus corona atau Covid-19 melalui kebijakan work from home atau kerja dari rumah dengan meluncurkan aplikasi bank yang bisa diakses dari telepon pintar.

Wabah virus corona menjadi perhatian banyak pihak, termasuk Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ikut menyiapkan kebijakan stimulus untuk menjaga pertumbuhan perekonomian nasional sebagai kebijakan counter cyclical dalam mengantisipasi down-side risk dari penyebaran virus corona. “Kebijakan stimulus OJK ini diharapkan bisa memitigasi dampak pelemahan ekonomi global terhadap pertumbuhan dan stabilitas ekonomi nasional

Beberapa langkah stimulus yang telah disiapkan sebagai berikut:

  1. Relaksasi pengaturan penilaian kualitas aset kredit dengan plafon sampai dengan Rp10 miliar, hanya didasarkan pada satu pilar yaitu ketepatan pembayaran pokok dan/atau bunga, terhadap kredit yang telah disalurkankepada debitur di sektor yang terdampak penyebaran virus corona (sejalan dengan sektor yang diberikan insentif oleh Pemerintah),
  2. Relaksasi pengaturan restrukturisasi kredit yang disalurkan kepada debitur di sektor yang terdampak penyebaran virus corona (sejalan dengan sector yang diberikan insentif oleh Pemerintah),
  3. Relaksasi pengaturan ini akan diberlakukan sampai dengan 1  tahun setelah ditetapkan, namun dapat diperpanjang bila diperlukan.

 

Penulis : Nining Mardhatillah Huzaini (Mahasiswa UIN Raden Intan Lampung)

Dosen Pembimbing : Muhammad Iqbal Fasa

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar