#kebakaran#damkar

Damkar di Pesibar Tangani Kebakaran hingga Cincin Warga yang Sulit Dilepas

( kata)
Damkar di Pesibar Tangani Kebakaran hingga Cincin Warga yang Sulit Dilepas
Kantor Satpol PP dan Pos Damkar di Kabupaten Pesisir Barat. Lampost.co/Yon Fisoma


Krui (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Barat (Pesibar) mencatat sebanyak enam peristiwa kebakaran terjadi sejak awal tahun 2022. Meski begitu, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.  

Sekretaris Satpol PP Kabupaten Pesibar, Herman memaparkan, peristiwa kebakaran selama 2021 tercatat sebanyak 13 kali. Dari sisi korban, terdapat tiga orang yang mengalami luka-luka, seperti patah di beberapa bagian tubuh dan luka lainnya. 

"Kebakaran pada 2022 telah meludeskan tempat tinggal dan berbagai harta warga," kata dia, Selasa, 12 April 2022. 

Baca: Kebakaran Pos Parkir Pasar Tengah Bandar Lampung Diduga dari Molotov

 

Sementara itu, Kasi Fungsional Analis Kebakaran Pemkab Pesibar, Ramadhan Yusuf Afif mengatakan, pihaknya juga menangani peristiwa nonkebakaran, seperti penanganan ular maupun rombongan tawon atau lebah yang masuk ke dalam rumah warga.

"Ada juga cincin yang enggak bisa dilepas dari tangan warga meminta bantuan ke posko Damkar di Pekon Seray, Kecamatan Pesisir Tengah," kata dia. 

Hingga saat ini, kata dia, Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pesibar baru memiliki tiga unit mobil pemadam kebakaran. Dua unit mobil tersebut disiagakan di Kecamatan Pesisir Tengah, sementara satu unit lagi di Kecamatan Ngambur.

"Idealnya, sesuai standar pelayanan minimum Permendagri nomor 114 tahun 2018, Pesibar membutuhkan 25 pos dan di setiap pos dilengkapi satu unit mobil damkar, dua unit tangki, satu unit rescue, dan satu mobil ambulance," ujar dia. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar