#damar#perempuan#kekerasan#gender

Damar Terima 40 Pendampingan Perkara Asusila

( kata)
Damar Terima 40 Pendampingan Perkara Asusila
Dokumentasi Pixabay.com

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR pada periode Januari--Oktober 2018 telah melakukan pendampingan 40 kasus kekerasan terhadap perempuan yang melakukan pengaduan langsung, sambungan telepon, dan penjangkauan langsung.

Direktur Eksekutif DAMAR Sely Fitriani mengatakan, kasus kekerasan berdasarkan wilayah terbesar yakni Kota Bandar Lampung sebanyak 24 kasus (60%) sementara urutan kedua adalah Kabupaten Lampung Utara sebanyak 7 kasus (17,5%). Dari 40 kasus kekerasan tersebut, sebanyak 14 korban (36%) merupakan usia anak. Lalu sebanyak 35 orang (87,5%) kenal dengan pelaku.

"Kalau di rata-ratakan 1 bulan 4 kasus," ujarnya kepada Lampost.co, Senin (17/12/2018) ketika memberikan Workshop Pendampingan/Konseling Korban Kekerasan terhadap Perempuan yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Gender dan Anak, di Hotel Sheraton, Bandar Lampung.

Dari angka tersebut, menunjukkan bahwa di Lampung setiap bulan terjadi 4 kasus kekerasan terhadap perempuan. Ia menilai, data yang ada ini merupakan fenomena puncak gunung es, artinya ini data yang tampak dipermukaan saja dan yang tidak terungkap masih lebih besar lagi. Ia menuturkan, banyak kejadian yang tidak terpantau oleh media masa, atau lembaga-lembaga yang peduli terhadap permasalahan perempuan, atau tidak dilaporkan dikarena korban atau keluarga korban tidak berani melaporkan kasusnya karena takut dan malu.
 
Seandainya telah ada keberanian dan kesadaran dari korban atau keluarga korban untuk melaporkan tindak kriminal yang dialaminya, tentunya angka kekerasan lebih besar lagi.

 

Asrul Septian Malik/ Rilis



Berita Terkait



Komentar