#damar#advokasi#bpjskesehatan#jaminankesehatan#jkn

Damar Sebut Sosialisasi JKN oleh BPJS Kesehatan Gagal

( kata)
Damar Sebut Sosialisasi JKN oleh BPJS Kesehatan Gagal
Foto: Lampost.co/Umar Robani*

BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional (JKN) telah berjalan selama lima tahun. Terkait hal tersebut Lembaga Advokasi Perempuan Damar melakukan penelitian pelaksanaan JKN.

Dalam penyampaian hasil penelitian tersebut Ketua Damar Sely Fitriani mengungkapkan sosialisasi BPJS Kesehatan sebagai pelaksana JKN dinilai masih kurang tepat atau gagal. Menurutnya sosialisasi yang dilakukan selama ini lebih cenderung diseminasi informasi. Seharusnya sosialisasi yang tepat akan memberi pemahaman dan kesadaran pada masyarakat tentang BPJS.

"Dengan begitu masyarakat memahami prosedur playanan, meningkatkan jumlah peserta mandiri dan patuh membayar," kata dia, Kamis, 19 September 2019.

Menurutnya pada tahun ke lima ini masih banyak masyarakat yang belum sadar pentingnya BPJS Kesehatan. Selain itu terjadinya defisit dan penolakan rumah sakit dalam melayani BPJS membuat masyarakat enggan ikut dalam keanggotaan BPJS Kesehatan. Ditambah lagi minimnya kepatuhan pengguna BPJS Kesehatan untuk membayar.

"Ketidakpahaman itu juga terjadi pada layanan kesehatan perempuan, banyak yang tidak tahu soal cakupan BPJS Kesehatan dalam bidang kesehatan seks dan reproduksi," ujarnya.

Layanan kesehatan seks dan reproduksi yang sering digunakan hanya perawatan kehamilan, persalinan, paska persalinan, dan KB. Sedangkan untuk layanan pemeriksaan dan pencegahan kanker payudara, kanker rahim, dan IMS/HIV masih sedikit. "Padahal layanan kesehatan seks dan reproduksi ini cukup penting khususnya bagi remaja," kata dia.

Ketidaktahuan tersebut akan menghambat program mengatasi perkawinan usia dini dan kehamilan yang tidak dikehendaki. Selain itu permasalahan juga membuat pemerintah gagal mencegah gizi buruk pada bayi, bayi lahir stunting, serta kematian ibu dan anak saat persalinan.

Umar Robani

Berita Terkait

Komentar