#damar#humaniora

Damar Latih Fasilitator Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender Lembaga Advokasi Perempuan

( kata)
Damar Latih Fasilitator Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender Lembaga Advokasi Perempuan
Foto kegiatan Damar : Dok

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Damar menyelenggarakan pelatihan fasilitator diskusi komunitas pencegahan kekerasan berbasis gender. Pelatihan yang didukung RutgersWPF Indonesia ini bertujuan agar fasilitator memiliki kemampuan dalam mengungkap atau memetakan masalah yang ada di lingkungannya serta memperkuat perspektif dalam melakukan pendampingan komunitas kelas.

Kegiatan yang digelar di Hotel Emersia, Bandar Lampung, 21–23 Juli, ini diiktui 25 fasilitator lokal asal Lampung Timur dan Tanggamus. Turut hadir Ketua Umum Gerakan Perempuan Lampung SN Laila dan perwakilan Yayasan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Ahmad Haryono.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber akademisi Universitas Lampung Ikram. Direktur DAMAR Sely Fitriani mengatakan upaya pengurangan kasus kekerasan berbasis gender tidak hanya melibatkan perempuan, tapi juga laki-laki. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan implementasi diskusi komunitas yang terbagi dalam kelas ibu, kelas remaja putri, kelas ayah, dan kelas remaja putra.

Diskusi, kata dia, diadakan dengan panduan modul yang membahas beragam topik guna membangun kesadaran pada pengurangan dan pencegahan kekerasan berbasis gender. Di dalamnya ada materi terkait pola asuh anak, konsep kesetaraan gender dan patriarki, hak kesehatan reproduksi, komunikasi sehat, serta pergaulan yang bertanggung jawab.

Menurut Sely, berbagai pengetahuan dan ketrampilan serta upaya-upaya membangun kesadaran disampaikan dalam pelatihan ini. Di antaranya pengetahuan tentang participatory action research, pendalaman pengetahuan gender dan kekeraan berbasis gender, analisis sosial berperspektif feminisme, pemetaan sosial dengan menggunakan alat-alat Partiicipatory Rural Appraisal, dan pengorganisasian perempuan untuk terlibat aktif dalam musrenbangdes.

"Harapannya penguatan bagi fasilitator menjadi modal sosial dalam penyelenggaraan diskusi komunitas dan pengorganisasian untuk pelibatan para stakehoder desa dalam mengakhiri kekerasan berbasis gender," kata dia.

Padli Ramdan



Berita Terkait



Komentar