#damar#Perempuan#Politik

Damar Gelar Pendidikan Politik Bagi Perempuan

( kata)
Damar Gelar Pendidikan Politik Bagi Perempuan
Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR menyelenggarakan pendidikan politik bagi perempuan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung, Minggu (25/11/2018). (Dok. Damar/Lampost)

BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Untuk meningkatkan pemahaman perempuan mengenai sistem pemilu  dan demokrasi, Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR menyelenggarakan pendidikan politik bagi perempuan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung, Minggu (25/11/2018).

Kegiatan ini diikuti 62 perempuan potensial anggota serikat perempuan di 5 kabupaten/kota. Pendidikan yang difasilitasi Ketua Umum Gerakan Perempuan Lampung Siti Noor Laila ini menghadirkan narasumber Komisioner Komisi Pemilihan Umum Lampung Handi Mulyaningsih dan anggota DPRD Lampung Apriliati.

Direktur Damar Sely Fitriani mengatakan penguatan kepemimpin atau pejabat publik perempuan untuk penghapusan kemiskinan, melalui pengorganisasian kelompok perempuan di pedesaan dan miskin kota adalah poin utama yang dilakukan oleh Permampu. "Isu yang tercakup dalam kegiatan penguatan di antaranya adalah isu ekonomi, politik, kesehatan, hukum serta sosial budaya," kata Sely dalam rilis yang diterima Lampost.co, Minggu (25/11/2018) malam.

Menurut dia, khusus untuk pemilihan anggota DPR/DPRD, kelompok perempuan belum mendapatkan porsi yang lebih baik bila dibandingkan kelompok laki-laki.

Hal ini dikarenakan kelompok perempuan masih dianggap kelompok yang tidak pantas untuk duduk dijabatan publik. "Kelompok laki-laki dalam posisi pencalonan anggota legislatif sampai saat ini masih mendominasi dan pencalonan anggota legislatif perempuan hanya untuk melengkapi komposisi pencalonan," ujarnya.

Hal ini tentunya, lanjut dia, sangat merugikan kelompok perempuan potensial yang hanya diposisikan sebagai pendulang suara bagi partai politik.

Secara khusus menuju Pemilu 2019, kata dia, Damar melakukan penguatan kapasitas khusus untuk perempuan yang melahirkan kader-kader pemimpin/pejabat publik perempuan yang berpeluang untuk maksud ke struktur strategis di tingkat lokal, dimulai dari tingkat desa sampai ke tingkat kabupaten, bahkan ke provinsi.

 

 

Padli Ramdan/Rilis



Berita Terkait



Komentar