#Pelatihan#Damar#Lampung#Perempuan#Anak#Kekerasan

Damar Gagas Pusat Layanan Terpadu HKSR

( kata)
Damar Gagas Pusat Layanan Terpadu HKSR
Kegiatan lokalatih mekanisme kerja standar operasional prosedural dan investigasi pelanggaran hak kesehatan seksual dan reproduksi bagi pusat pelayanan kesehatan di hotel Batiqa, Bandar Lampung Jumat (5/10/2018) (Dok.Damar/Lampost)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Lembaga Advokasi Perempuan Damar Lampung menggelar kegiatan lokalatih mekanisme kerja standar operasional prosedural (SOP) dan investigasi pelanggaran hak kesehatan seksual dan reproduksi bagi pusat pelayanan kesehatan.

Pelatihan yang diadakan di hotel Batiqa, Bandar Lampung 4--5 Oktober 2018 itu diikuti peserta dari lembaga layanan kesehatan, dinas kesehatan,unsur kepolisian, tokoh agama dan serikat perempuan di Lampung.

Direktur Eksekutif Damar, Sely Fitriani menyebut berbagai masalah Hak kesehatan seksual dan reproduksi (Kespro) yang dihadapi perempuan saat ini sangat komplek.

Hasil penelitian lembaga perempuan Permampu dan Damar tahun 2014, ditemukan beberapa permasalahan yang perlu segera direspons, diantaranya tingginya kehamilan tidak diinginkan dan aborsi tidak aman, kurangnya pemahaman perempuan mengenai tubuh dan masalah seksualitas, tidak adanya pendidikan seks di keluarga maupun sekolah, hingga minimnya tempat yang dipercaya perempuan untuk dapat berkonsultasi mengenai tubuh, seksualitas yang berhubungan dengan kespro. Belum lagi kurangnya pelayanan mengenai hak kesehatan seksual dan reproduksi perempuan, khususnya untuk perempuan pedesaan, miskin kota dan perempuan muda (>12 tahun – 20an tahun).
“Berdasarkan pengalaman dan analisis kami, untuk mengatasi berbagai masalah tersebut perlu melibatkan para pihak untuk melakukan langkah strategis, salah satunya melalui pengembangan pusat layanan, pengaduan dan pembelajaran khusus HKSR,” kata Sely dalam rilis yang diterima Jumat (5/10/2018).

Nantinya di pusat layanan tersebut, perempuan bisa memperoleh akses terhadap paket penguatan kesadaran dan pengetahuan HKSR berupa pendidikan dan pelayanan, pendidikan seks, penyadaran gender & seksualitas, pemeriksaan kesehatan tubuh dan alat reproduksi yang  mudah diakses, bermutu, murah, serta mampu menjaga privasi.
Selama lokalatih peserta difasilitasi oleh komisioner Komnas Perempuan RI Budi Wahyuni.

 

 

 

Rudiyansyah



Berita Terkait



Komentar