#Keluarga#PerlindunganAnak

Damar Dorong Stop Dispensasi Perkawinan Anak

( kata)
Damar Dorong Stop Dispensasi Perkawinan Anak
Aksi kolektif refleksi seara virtual Lembaga Advokasi Perempuan Damar, Sabtu, 29 Agustus 2020. (Dok damar)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Lembaga Advokasi Perempuan Damar menggelar aksi kolektif refleksi implementasi Undang-undang No.16/2019 tentang Perubahan atas Undang-undang No.1/1974 tentang Perkawinan.

Aksi kolektif refleksi ini kata Direktur Lembaga Advokasi Perempuan Damar, Sely Fitriani dilatarbelakangi oleh tren kenaikan dispensasi perkawinan di banyak daerah.

Agenda meeting virtual yang berlangsung selama 2 jam lebih, dibuka langsung oleh Ismaleli, Kabid Data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Lampung, dan menghadirkan, sebanyak 108 peserta dari berbagai instansi.

"Aksi koletif dan sinergis untuk stop perkawinan anak, tidak bisa dilakukan oleh satu dua pihak saja tapi semua kalangan," katanya.

Bukan hanya anak-anak kata dia yang menjadi sasaran tapi juga orang tua/keluarga. Memastikan penyelidikan yang cermat dan pertimbangan-pertimbangan matang dari stakeholder pemutus perkara dispensisi kawin di  PA/PTA.

Selain itu harus secara bersama Mendorong adanya kebijakan pemangku pemerintahan dari desa hingga Negara, dengan instrument-instrumen yang jelas untuk pencegahan perkawinan anak.

"Melakukan persiapan perkawinan seperti konseling pranikah, Perjanjian nikah, hingga pendampingan keluarga muda, penguatan kelompok pendukung khususnya keluarga/orang tua, dan juga masyarakat luas," kata Direktur Damar.

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar