#humaniora#damar#kekerasan

Damar Dorong Pembentukan Satgas Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak

( kata)
Damar Dorong Pembentukan Satgas Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak
Foto: Dok/Damar

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Lembaga Advokasi Perempuan Damar mendorong terwujudnya satgas penanganan masalah perempuan dan anak di Pekon Purwodadi, Kecamatan Gisting, Tanggamus. Hal ini muncul dalam diskusi bertema Mewujudkan Satuan Tugas Penanganan Masalah Perempuan dan Anak di Balai Pekon Purwodadi, Gisting, Selasa (18/9/2018).

Diskusi ini menghadirkan narasumber akademisi Fakultas Hukum Unila Yusnani Hasyimzoem, mantan Komisioner Komnas HAM Siti Noor Laila, dan Sekretaris Dinas PMD Tanggamus. Moderator diskusi Direktur Eksekutif Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR, Sely Fitriani.

Sely mengatakan diskusi lanjutan ini diselenggarakan dengan tujuan merumuskan langkah-langkah strategis untuk percepatan mewujudkan terbentuknya satuan tugas penanganan masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak. "Diskusi melibatkan OPD, aparat penegak hukum, aparatur pemerintah pekon, kelompok perempuan, dan kelompok ayah dengan jumlah 40 orang," kata Sely dalam rilis, Selasa (18/9/2018).

Menurut Sely, diskusi dilatarbelakangi atas kondisi Kebutuhan perempuan dan anak korban kekerasan harus mendapatkan perhatian, baik penanganan pengaduan, pelayanan kesehatan, bantuan hukum, rehabilitasi sosial, dan reintegrasi sosial.

Walaupun telah terbentuk lembaga layanan pengaduan yang menangani perempuan dan anak di beberapa daerah di Indonesia, khususnya di Kabupaten Tanggamus, tapi pada umumnya penanganan kasus mengalami permasalahan. Terkadang tidak dilakukan penjangkauan dan identifikasi sehingga layanan tidak sesuai dengan kebutuhan.

Ia menilai organisasi perempuan dan anak yang dibentuk pemerintah belum maksaimal dalam merespon kasus-kasus kekerasan pada perempuan dan anak yang terjadi di daerah. Berbagai kendala yang dihadapi di antaranya adalah kurangnya sosialisasi ke masyarakat akan keberadaan lembaga layanan pengaduan tersebut.

Padli Ramdan/Rilis



Berita Terkait



Komentar