#lampung#damri#transportasi

Dalih Lewat Tol, Oknum Petugas DAMRI Diduga Lakukan Pungli

( kata)
Dalih Lewat Tol, Oknum Petugas DAMRI Diduga Lakukan Pungli
Ilustrasi bus DAMRI.Dok.

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Oknum petugas Perusahaan Umum (Perum) DAMRI diduga melakukan pungutan liar (pungli) kepada penumpang pengguna jasa kendaraan berpelat merah tersebut Rp20 ribu setiap penumpang. Pungutan tersebut diminta ketika memasuki tol dan menyeberangi Selat Sunda.

Salah satu penumpang bus DAMRI nomor 4935 royal class keberangkatan dari Gambir—Bandar Lampung, Minggu, 8 Desember 2019, pukul 21.00 WIB, menceritakan bersama beberapa penumpang dimintai uang Rp20 ribu dengan alasan masuk jalan tol agar perjalanan lebih cepat.

"Aku naik royal (DAMRI), masa ditagihin Rp20 ribu lagi. Katanya biar cepat. Padahal pas kemarin naik bisnis lewat tol juga gak ditagihin. Gimana geh, semua (penumpang) pada ngasih. Aneh, naik DAMRI ada beginian," kata penumpang yang tidak mau disebutkan identitasnya tersebut kepada Lampost.co, Minggu, 8 Desember 2019.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah Manajer Usaha Perum DAMRI Cabang Lampung, Elpohan kaget adanya informasi tersebut karena tidak ada pungutan-pungutan lagi di atas bus. Ia akan melakukan pengecekan dan mengonfirmasi adanya informasi tersebut.

"Enggak berani kita pungli. Ngeri saya dengarnya. Nanti saya crosscheck kebenarannya," katanya.

Dia menjelaskan pihaknya secara tegas tidak mengizinkan adanya pungutan tersebut. Pihaknya pun atas nama manajemen memohon maaf atas ketidaknyamanan tersebut.

"Enggak ada perintah dari perusahan untuk memungut itu. Saya akan telepon sopirnya untuk mengembalikan. Bahkan, sopirnya tidak akan saya jalankan (diberikan sanksi tidak boleh bekerja)," katanya.

Sesuai informasi yang dihimpun untuk harga tiket DAMRI Gambir—Tanjungkarang yakni kelas bisnis seat 39 dan 40 dengan harga Rp160 ribu. Sementara kelas eksekutif seat 28 dengan harga Rp205 ribu dan royal class Rp235 ribu.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar