#nasional#kpk#kasus-century

Dalih KPK Belum Tuntaskan Skandal Century

( kata)
Dalih KPK Belum Tuntaskan Skandal Century
Ilustrasi - Medcom.id.

Jakarta (Lampost.co) -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkelit pengembangan skandal korupsi Bank Century mandek karena banyaknya kasus yang ditangani. KPK ingin kasus-kasus rasuah yang digarap 2019 rampung lebih dulu.

"Masih memikirkan bagaimana penindakan seluruh tunggakan yang ada sampai terakhir 2019 akhir yang ke depannya harus diselesaikan," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 19 Februari 2020.

Ali memastikan Komisi Antirasuah tidak mengabaikan kasus tersebut. Skandal mega korupsi ini diklaimnya sebagai salah satu daftar kasus yang jadi prioritas.

"Ini masih proses penyelidikan, dan belum dihentikan," ujar Ali.

Hal senada juga sebelumnya ditegaskan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar. Dia menyatakan pengembangan kasus ini tidak dihentikan.

"Belum ada di meja kasus itu dihentikan, saya tidak dengar hal itu (dihentikan)," kata Lili.

Lili mengeklaim KPK tak tebang pilih dalam menangani kasus, porsinya sama. Masyarakat diminta sabar dan memberikan waktu kepada Lembaga Antikorupsi untuk menuntaskan skandal Bank Century tersebut.

Kasus pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik bergulir sejak 2014. Baru mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Budi Mulya yang ditahan dan divonis 10 tahun penjara. Hukuman Budi Mulya diperberat menjadi 15 tahun oleh pengadilan tingkat kasasi.

Dalam putusan di tingkat kasasi disebutkan Budi Mulya terbukti bersalah melakukan korupsi bersama-sama dengan sejumlah pejabat BI, di antaranya Boediono selaku Gubernur BI, Miranda Swaray Goeltom selaku Deputi Gubernur Senior BI.

Kemudian, Siti Chalimah Fadjrijah (almarhum) selaku Deputi Gubernur Bidang 6 Pengawasan Bank Umum dan Bank Syariah, Budi Rochadi (almarhum) selaku Deputi Gubernur Bidang VII Sistem Pembayaran, Pengedaran Uang, BPR dan Perkreditan, dan Muliaman D Hadad selaku Deputi Gubenur Bidang V KebijakanPerbankan/Stabilitas Sistem Keuangan.

Selanjutnya, Hartadi Agus Sarwono selaku Deputi Gubernur Bidang III Kebijakan Moneter, dan Ardhayadi Mitroatmodjo selaku Deputi Gubernur Bidang VIII Logistik, Keuangan, Penyelesaian Aset, Sekretariat dan KBI. Ada juga nama pemilik Bank Century Robert Tantular dan Hermanus Hasan serta Raden Pardede selaku Sekretaris Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

KPK membuka penyelidikan baru kasus dugaan korupsi Bank Century sejak Juni 2018. Puluhan orang telah diminta keterangan dalam tahap penyelidikan KPK era Agus Rahardjo Cs.

Mereka yang sudah masuk ruang penyelidikan antara lain mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Miranda Swaray Goeltom; dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso. Lalu, mantan Wakil Presiden yang juga mantan Gubernur BI Boediono; serta mantan Deputi Gubernur BI Bidang Kebijakan Moneter, Hartadi Agus Sarwono.

 

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar