#pembangunan#register28#tanggamus#beritalampung

Dalang Utama Pembalakan Register 28 Tak Kunjung Ditangkap

( kata)
Dalang Utama Pembalakan Register 28 Tak Kunjung Ditangkap
Penasehat Hukum Minta Polda Tangkap Dalang Utama Pembalakan Hutan Register 28 Tanggamus. (Foto:Lampost/Febi H)


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Dalang utama pembalakan hutan lindung register 28 Kabupaten Tanggamus atas nama Hermanto hingga kini belum tertangkap oleh Polda Lampung, sementara delapan orang yang diduga terlibat dalam hal itu dihadirkan kembali dalam sidang kesaksian di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu (10/4/2019).

Kedelapan tersangka secara bergantian menerangkan kronologis pembalakan hutan hingga penebangan kayu dilindungi jenis Sonokling di wilayah Register 28 hutan lindung Tanggamus, hingga pengkapan oleh pihak kepolisan Polda Lampung. Delapan terdakwa yakni Nuryadi, Sayfullah, Sahrudin, Suhendar alias Hendra, Sunardi, Hasan, Turnadi dan Patur Rahman, para terdakwa merupakan warga Kabupaten Tanggamus.

Muhammad Nasrullah dan Heris Kurniawan selaku penasehat hukum dari YLBH Komando Macan Putih menerangkan perbuatan yang dilakukan para terdakwa berawal pada 5 Januari 2019 dimana saat itu terdakwa Suhendar, Nuryadi berada di rumah terdakwa Suhardin, dan Suhendar menerima telepon dari Hermanto (DPO). Dalam percakapan itu Hermanto mengajak bekerja memindahkan kayu sonokeling dari hasil penebangan di hutan register 28 menuju pangkalan ojek. Merek pun menerima tawaran dari DPO tersebut.
"Hermanto menyuruh Suhendar pergi kerumah Paturahman untuk mengambil upah Rp1 juta, uang tersebut dibagi lima orang," kata para terdakwa.
Selanjutnya Suhendar dan Sahrudin pulang kerumah. Sahrudin mengajak  Nuryadi untuk bekerja mengakut kayu terdakwa ini pun mengiyakan tawaran tersebut.
"Nuryadi Suhendar dan Sahrudin pada keesokan harinya mulai bekerja mengakut kayu yang telah dipotong berbentuk balok dengan ukur 1,5 meter hingga 2 meter tersebut, saat ketiga terdakwa mengakut kayu yang dilindungi itu Suhendar bertemu dengan terdakwa Sunardi dan mengajak untuk ikut bekerja, Sunardi pun menerima tawaran tersebut," kata para terdakwa.
Kayu yang berhasil dikluarkan dari dalam hutan kepinggir jalan Desa Campang, Way Handa, Kecamatan Punggung Tanggamus, kemudian diangkut saksi Tunadi dan Paturahman menggunakan mobil.

"Jumlah kayu yang ditembang itu ada 99 batang, saat para terdakwa mengakut kayu dari lokasi, sekitar 500 meter mereka ditangkap salah satu dari mereka (pemilik kayu) atas nama Hermanto melarikan diri. Ini harus menjadi PR Kapolda, karena hutan ini menjadi perhatian dunia bukan hanya di Indonesia," kata Penasehat hukum.

Febi Herumanika







Berita Terkait



Komentar