#ujarankebencian#sara#beritalampung#hoaks#uuite

Seminggu Dua Pelaku 'Hatespeech' Diamankan, Polda Minta Masyarakat Bijak Bermedsos

( kata)
Seminggu Dua Pelaku 'Hatespeech' Diamankan, Polda Minta Masyarakat Bijak Bermedsos
PS Kasubdit V Cybercrime Ditreskrimsus Polda Lampung Kompol Rahmad Mardian menunjukkan profil akun Facebook penyebar ujaran kebencian. Foto: Asrul Septian Malik

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung meminta masyarakat bijak dalam menggunakan sosial media.
Sebab belakangan ini, pelaku ujaran kebencian ditangkap, dan mereka memiliki latar belakang beragam.

Setidaknya dalam satu minggu, dua pelaku ditangkap Subdit V Cybercrime Ditreskrimsus Polda Lampung. Pertama, aparat menangkap  Barmawi (49) Wiraswasta warga Jalan Padat Karya, Desa Fajarbaru, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan. Ia ditangkap karena melontarkan ujaran kebencian ke Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jendral M. Tito Karnavian melalui akun Facebook. Bahkan akun tersebut aktif menyebarkan informasi hoaks.

Teranyar, Polda Lampung menangkap pelaku ujaran kebencian terhadap suku Lampung. Pelaku yang diamankan berinisal NA (32) warga Metro Selatan, Kota Metro pada Senin (1/7/2019). Ia merupakan dosen di kampus swasta kota Metro.

"Kami minta masyarakat bijak bermedia sosial. Saring sebelum sharing. Jangan langsung percaya dengan informasi di sosmed. Harus ada verifikasi terlebih dahulu," ujar Dirreskrimsus Polda Lampung Kombes Pol. Subakti melalui PS Kasubdit V Cybercrime Kompol Rahmad Mardian, Rabu (3/7/2019).

Kemudian Masyarakat diminta memahami isi dari UU nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.  "Melakukan ucapan terhadap suku dan agama tertentu di sosmed ada aturan yang membantasi, masyarakat diminta paham, agar kejadian serupa tak terulang kembali," katanya.

Asrul Septian Malik



Berita Terkait



Komentar