#penyelundupan#ternak#balaikarantinapertanian

Dalam Sebulan Balai Karantina Pertanian Lampung Gagalkan Ribuan Penyelundupan Ternak

( kata)
Dalam Sebulan Balai Karantina Pertanian Lampung Gagalkan Ribuan Penyelundupan Ternak
GAGALKAN PENYELUNDUPAN. Petugas Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Lampung menggagalkan penyelundupan ternak di Pelabuhan Bakauheni, beberapa waktu lalu. Dok


Sebulan Penyelundupan Ternak Melalui Pelabuhan Bakuheni Capai Ribuan

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Lampung mencatat dalam sebulan terjadi ribuan penyelundupan ternak melalui Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Asal hean ternak itu berasal dari berbegai daerah di Pulau Sumatra.

"Kalau untuk pengiriman domba dan kambing biasanya 5 sampai 20 ribu sebulan. Tapi itu dari berbagai macam provinsi bukan hanya dari Lampung saja yang melalui Pelabuhan Bakauheni," ujar Subkoordinator Karantina Hewan Pertanian Lampung, Akhir Santoso, Jumat, 16 September 2022.

Dia mengungkapkan sejak maraknya penyakit mulut dan kuku (PMK), pihaknya semakin memperketat untuk pengendalian wabah tersebut. Untuk bisa menyeberangkan hewan ternak kini harus memenuhi persyaratan.

Baca juga: Atasi Penyelundupan Ternak, Karantina Pertanian Lampung Berkoodinasi dengan Aparat

"Sudah banyak yang kami amankan dari penyelundupan ini. Tapi tindakan kami sementara ini baru yustisial karena Undang-Undang No 21 Tahun 2019 merupakan UU administrasi yang punya pidana tapi sifatnya membuat pernyataan di meterai agar tidak mengulangi lagi," katanya.

"Jika mereka ini mengulangi perbuatannya, akan terkena pidana. Kami juga sudah punya data best pelaku-pelaku ini kalau mereka ini mengulangi lagi baik sopir maupun kernet, akan dipidana," ujarnya.

Dia menambahkan sampai saat ini pelaku penyelundupan belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Sebab, pelaku-pelaku yang pernah diamankan sebelum tidak mengulangi perbuatan.

"Sampai sekarang belum ada yang ditetapkan tersangka. Karena belum ada yang mencoba dua kali, ada juga tapi beda orang lain dan daerah. Walau begitu, kami terus sosialisasikan agar persyaratannya terpenuhi dulu karena sudah ada beberapa yang lengkap kami sertifikasi," katanya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar