#lampung#lambar#dak

DAK Fisik Lambar pada 2020 Meningkat

( kata)
DAK Fisik Lambar pada 2020 Meningkat
Ilustrasi. Dok/Lampost.co

Liwa (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat pada tahun depan akan menerima dana alokasi khusus (DAK) fisik Rp148,84 miliar. Jumlah itu meningkat 2,52% dibanding 2019 ini yang mencapai Rp145,18 miliar.

Menurut Kepala Bappeda Lambar Okmal, rincian DAK yang akan diterima itu terdiri DAK reguler Rp90,383 miliar, yakni penambahan Rp28,102 miliar dibanding DAK reguler yang diterima tahun ini, yang jumlahnya hanya Rp62,286 miliar. Kemudian DAK penugasan Rp24,881 miliar lebih. Untuk DAK penugasan terjadi pengurangan Rp9,520 miliar dibanding jumlah yang diterima tahun ini yaitu mencapai Rp34,402 miliar lebih.

“Penurunan juga dialami DAK afirmasi dari Rp48,491 miliar yang diterima tahun lalu menjadi Rp33,573 miliar lebih. Jumlah itu turun Rp14,917 miliar,” katanya, Minggu, 10 November 2019.

Okmal menjelaskan DAK fisik reguler Rp90,389 miliar lebih itu akan digunakan untuk pelaksanaan pembangunan bidang pendidikan Rp27,028 miliar. Jumlah itu meliputi pendidikan PAUD Rp2 miliar, SD Rp16 miliar, SMP Rp5,8 miliar, SKB Rp1,8 miliar, dan perpustakaan daerah Rp500 juta.

Bidang kesehatan dan KB Rp32,462 miliar terdiri untuk pelayanan kesehatan dasar Rp13 miliar, pelayanan kesehatan rujukan Rp14 miliar, pelayanan kefarmasian dan pembekalan kesehatan Rp3 miliar, dan bidang keluarga berencana Rp1,392 miliar.

“Ada juga untuk bidang sosial Rp311 juta, air minum Rp7,8 miliar, sanitasi Rp3,352 miliar, dan untuk kegiatan jalan Rp19,393 miliar,” katanya.

Sementara DAK penugasan yang pagunya Rp24,881 miliar diperuntukan kesehatan dan KB Rp1,835 miliar, air minum Rp3,717 miliar, irigasi Rp6,735 miliar, pertanian Rp3,586 miliar, dan sanitasi Rp4,068 miliar. Lalu untuk bidang IKM Rp1,710 miliar, bidang perikanan Rp1,761 miliar, dan pariwisata Rp1,465 miliar.

Untuk DAK afirmasi diperuntukan bidang kesehatan Rp9 miliar, perumahan dan pemukiman Rp5 miliar, transportasi perdesaan Rp4 miliar, bidang pendidikan Rp5 miliar, air minum Rp4,5 miliar, dan sanitasi Rp4,8 miliar.

Menurut Okmal, pagu DAK fisik yang akan diterima itu merupakan dana anggaran transfer daerah. “Dana itu ditujukan pada daerah tertentu, yang tujuanya membantu pemerintah daerah dalam mendanai kegiatan khusus fisik antara lain pembangunan infrastruktur sesuai dengan prioritas nasional,” katanya.

Ia menambahkan, untuk tahun ini DAK fisik penugasan untuk pembangunan bidang pasar dianggarkan Rp4,432 miliar. Kemudian jalan Rp12 miliar lebih dan untuk lingkungan hidup Rp745 juta.

Namun, pada 2020 mendatang, DAK fisik penugasan untuk jalan, pasar, dan lingkungan hidup sudah tidak dialokasikan lagi.

Muharram Candra Lugina

Berita Terkait

Komentar