#celeng#bakauheni

350 Kg Daging Celeng Dimusnahkan

( kata)
350 Kg Daging Celeng Dimusnahkan
Pemusnahan daging celeng ilegal oleh Karantina Pertanian Provinsi Lampung, Kamis, 18 Maret 2021. Dok


Kalianda (Lampost.co) -- Karantina Pertanian Provinsi Lampung kembali memusnahkan daging babi hutan alias celeng ilegal seberat 350 kilogram. 

"Daging celeng yang berasal dari Lubuk Linggau, Sumatra Selatan itu akan dibawa pelaku ke Jakarta. Daging ini tidak memenuhi persyaratan karantina. Saat ini sedang dilakukan pemusnahan di Bakauheni dengan cara dibakar dan dikubur," kata Kepala Karantina Pertanian Lampung, Muh. Jumadh, Kamis, 18 Maret 2021.

Pemusnahaan juga disaksikan petugas dari Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) dan PT ASDP Bakauheni. "Tindakan pemusnahan ini merupakan tindak lanjut dari hasil penahanan yang dilakukan pekan lalu,” ujar dia.

Baca: Perdagangan Daging Celeng Bisa Legal

Ia juga mengatakan pemusnahan daging babi ilegal tersebut dilakukan atas dasar Undang-undang Nomor 21 tahun 2019 tentang karantina hewan, ikan, dan tumbuhan. Pemusnahan juga dilakukan demi mengantisipasi kemungkinan penyebaran penyakit Afrikan Swine Fever (ASF) yang sedang merebak.

“Pengiriman daging babi harus memenuhi persyaratan karantina. Di antaranya dilengkapi surat keterangan kesehatan untuk produk hewan dari daerah asal, dilaporkan kepada pejabat Karantina, serta diangkut menggunakan kendaraan berpendingin,” katanya.

Penahanan juga dilakukan karena daging celeng ilegal berpotensi digunakan sebagai bahan mengoplos daging lainnya, sebagai campuran bahan baku pembuatan bakso, atau makanan lainnya. Jika kebersihannya tidak terjamin, dikhawatirkan berdampak pada kesehatan konsumen.

"Semoga dengan cara dimusnahkan ini dapat menjadikan efek jera para pelaku penyelundupan serta untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit,” tutup dia.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar