#bencana#cuacaekstrem

Daftar Zona Merah Bencana Dampak Cuaca Ekstrem di Lampung

( kata)
Daftar Zona Merah Bencana Dampak Cuaca Ekstrem di Lampung
Salah satu penampakan cuaca di Kota Bandar Lampung. Lampost.co/Zainuddin


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung membeberkan zona merah alias daerah rawan bencana alam selama cuaca ekstrem berlangsung. 

Kepala BPBD Provinsi Lampung, Rudi Syawal Sugiarto menyebut ada tujuh daerah yang termasuk zona merah bencana cuaca ekstrem. 

"Pada masa cuaca ekstrem, daerah-daerah di Provinsi Lampung itu kemungkinan menghadapi risiko bencana banjir bandang dan angin puting beliung," kata dia, Selasa, 5 Oktober 2021. 

Baca: BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi di Lampung

 

Tujuh daerah tersebut adalah Lampung Barat (Lambar), Pesisir Barat, Lampung Selatan (Lamsel), Lampung Timur (Lamtim), Pesawaran, Bandar Lampung, dan Tanggamus.

"Lampung menduduki posisi 14 dari 34 provinsi di Indonesia yang memiliki tingkat risiko tinggi terjadi bencana," kata dia. 

Menurutnya, risiko kejadian bencana itu salah satunya dipengaruhi kurangnya kesadaran warga untuk menjaga lingkungan.

"Seperti pembuangan sampah rumah tangga ke sungai yang dapat mengakibatkan banjir, serta kebakaran hutan dan lahan akibat penebangan pohon ilegal dan pencurian kayu," katanya. 

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Lampung memprakiraan cuaca di sejumlah wilayah yang terdapat peringatan untuk tinggi gelombang mencapai1,25 hingga 2,5 meter di wilayah Telukbetung bagian selatan. 

"Selain itu juga gelombang tinggi diperkirakan mencapau 2,5 hingga 4 meter di wilayah perairan barat Lampung dan Selat Sunda bagian barat," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Lampung, Rizki Cahyadi Okasumaendy.

Lebih lanjut ia menjelaskan, daerah lain berpotensi alami gelombang tinggi di wilayah Samudera Hindia barat Lampung mencapai empat hingga enam meter. 

"Untuk kondisi sinoptik sendiri perbedaan udara yang cukup signifikan antara bagian selatan dan utara wilayah Indonesia mengakibatkan meningkatnya percepatan angin," ujar dia. 

Menurutnya, angin diperkirakan akan bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan hingga 25 knots. (CR2)

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar