#tumbai#orangabung(2)

Daerah Asal Suku Abung (2)

( kata)
Daerah Asal Suku Abung (2)
Ilustrasi (Google image)

ABUNG mengartikan sekala dengan arti tanaman, tempat mereka sangat jarang dan kurang baik menjelaskannya. Tanaman ini berupa semak-semak setinggi tubuh manusia dengan daun berbentuk seperti pisau berwarna hijau gelap. Daunnya memiliki panjang 40 cm dan bertekstur keras. Berdasarkan ciri tersebut, tanaman ini termasuk marga Rhododendron. Ini menunjukkan tanaman sekala ini ternyata dapat tumbuh di daerah dataran tinggi.

Kata kedua dari istilah asing tersebut adalah kata bkhak (diucapkan bkha oleh orang Abung). Kata ini berarti daerah luas dan terbuka. Oleh karena itu, Sekala Bkhak berarti wilayah tempat tanaman sekala akan tumbuh lebih baik. Daerah ini termasuk daerah dataran tinggi yang luas. Dari Penyimbang Warganegara mengatakan seharusnya Sekala Bkhak berada di gunung di atas sana, berdekatan dengan Danau Ranau.

Dari penelitian berikutnya, nama Sekala Bkhak juga dikenal oleh orang-orang di suku di sekitarnya. Kunang dan Selagi di daerah Adjikagungan dan Pekurun. Penelitian kemudian dapat disimpulkan menurut sudut pandang suku-suku Abung yang menempati wilayah barat paling ujung, dahulu kala seluruh Abung-Buwei semestinya menghuni wilayah antara Tanggamus dan Tangki Tebak.

Terdapat tiga petunjuk penting mengenai lokasi Sekala Bkhak. Pendapat tersebut berbeda satu sama lain, yaitu di Danau Ranau dan antara Tanggamus dan Tebak. Namun, kedua keterangan yang diambil bersamaan tersebut menyebutkan seluruh wilayah pegunungan di daerah perbatasan antara Lampung saat ini dan Bengkulen.

Pegunungan ini terlihat seperti tulang belakang Sumatera Selatan. Jika ketidakakuratan cerita ini membenarkan mengenai tempat asal masyarakat Abung, orang Abung tentu saja merupakan suku yang berasal dari dataran tinggi Sumatera Selatan yang sangat berbeda secara kultural dengan masyarakat Pubian dan terutama dengan masyarakat Peminggir yang hidup di pesisir pantai.

Cerita mengenai lokasi Sekala Bkhak di sekitar laut Ranau memang benar adanya. Wilayah tenggara laut Stauung terdapat dataran tinggi antara wilayah Negarabatin (sekarang disebut Liwa) dan Pekonbalak yang dialiri sungai kecil Way Robok. Sekitar di tengah dataran tinggi ini terdapat Kampung Kotabesi, Batuberak, dan sisi paling timur, Kenali.

Hanya ada dua jalan masuk menuju tempat ini. Pertama, jalan dari pantai barat Sumatera dari Krui dan kedua dari teluk tenggara laut Ranau ke arah Negarabatin—Liwa. Penduduk wilayah timur dari tempat ini menyebut tempat itu Sekala Bkhak hingga kini. Nama itu tidak berasal dari Penyimbang Kenali, tetapi sudah ada sejak zaman dahulu.

Nama Sekala Bkhak adalah sejumlah orang Abung yang tinggal di daerah dataran rendah menyebut seluruh wilayah pegunungan Tanggamus hingga Gunung Abung sebagai daerah asal masyarakat mereka. Hingga sekarang memandang bagian selatan laut Ranau sebagai dataran tinggi, tempat hingga saat ini masih tumbuh tumbuhan sekala dalam jumlah besar.

Resnsi buku Fauzie Nurdin, guru besar Filsafat Sosial dan budayawan Lampung yang berjudul Orang Abung

Berita Terkait

Komentar