#beritalampung#beritalampungterkini#cuacaekstrem#nelayan

Cuaca Ekstrem Sulitkan Nelayan di Kuala Stabas Melaut

( kata)
Cuaca Ekstrem Sulitkan Nelayan di Kuala Stabas Melaut
Nelayan di Pantai TPI Kuala Stabas, Kelurahan Pasar Krui, Kecamatan Pesisir Tengah, Pesisir Barat, menambatkan perahunya di permukaan pantai yang lebih tinggi mengantisipasi gelombang pasang tinggi. Lampost.co/Yon Fisoma


Krui (Lampost.co) -- Cuaca ekstrem membuat nelayan di Kuala Stabas, Kelurahan Pasar Krui, Kecamatan Pesisir Tengah, kesulitan untuk melaut. Mereka lebih sering menambatkan perahunya di permukaan yang lebih tinggi dari pantai.  

Ariyanto, seorang nelayan di Tempat pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Kuala Stabas, mengatakan kondisi cuaca tiba-tiba bisa berubah dan sangat berbahaya untuk keselamatan para nelayan. "Kalau sekarang dalam satu pekan hanya satu hari bisa melaut, selebihnya istirahat. Selama di darat tidak ada kerjaan, untuk kebutuhan keluarga sehari-hari seadanya saja," ujarnya, Jumat, 25 November 2022.

Baca juga: Kebakaran di TNWK, Api Dapat Dipadamkan dalam Waktu 18 Jam 

Dia menambahkan cuaca ekstrem sudah terjadi sejak September 2022. Para nelayan setempat untuk menghindari ombak pasang besar yang bisa menghanyutkan dan merusak perahu, mereka menaikkan perahu ke permukaan yang lebih tinggi di pantai itu.

Meskipun bisa melaut, hasil tangkap juga menurun drastis. "Saat ini juga hasil melaut juga menurun. Kalaupun melaut jarknya juga tidak begitu jauh paling sekitar 2—3 mil dari pantai. Hasil tangkapn pun tidak bisa pasti, tetapi rata-rata sekali melaut sekarang ini 10—20 kilogram atau hanya 10 persen dari kondisi normal. Hasil tangkapan kami, seperti ikan mencilak, asaso, tongkol," katanya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar