#nelayan#beritalamsel#hargaikan

Cuaca Buruk, Hasil Tangkapan Nelayan Menurun Drastis

( kata)
Cuaca Buruk, Hasil Tangkapan Nelayan Menurun Drastis
Puluhan perahu nelayan memilih sandar di Dermaga Bom Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan akibat cuaca ekstrem, Kamis, 24 September 2020. Lampost.co/Aan Kridolaksono

Kalianda (Lampost.co): Cuaca buruk yang terjadi sepekan terakhir ini berimbas kepada pendapatan tangkapan nelayan di wilayah pesisir Kecamatan Rajabasa dan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. Tangkapan nelayan menurun dratis bahkan tanpa hasil.  

Yanto (40), seorang nelayan tangkap di Pusat Pelelangan Ikan (PPI) Dermaga Bom Kalianda, mengungkapkan tangkapannya menurun akibat cuaca buruk yang melanda perairan selatan Kalianda sepekan terakhir ini.

"Sekarang sedang musim angin barat. Ketinggian gelombang laut mencapai bisa di atas 2 meter, " kata Yanto kepada Lampost.co, Kamis, 24 September 2020.

Ia mengatakan saat cuaca sedang bagus, tangkapannya bisa mencapai 100-200 kilogram per hari. Namun, saat cuaca buruk seperti sekarang ini tangkapannya hanya sekitar 25-30 kilogram.

"Pasokan ikan juga jadi turun," kata Yanto. 

Meski pasokan ikan menurun, menurut Yanto harga ikan masih relatif normal. "Harga ikan di pasaran masih normal. Hanya saja harga jual udang laut yang mengalami penurunan dari Rp140 ribu kini hanya Rp100 ribu per kilo," ujarnya.

Hal yang sama disampaikan oleh nelayan lain, Rahmad (45). Nelayan pancing yang sudah melaut puluhan tahun itu mengalami penurunan hasil tangkapan sampai setengahnya. 

Cuaca buruk tersebut berimbas pada pendapatan nelayan karena  jarang melaut. Rahmad mengaku harus memaksakan diri melaut walau cuaca tak begitu baik. "Bisa enggak makan kalau tak melaut," pungkasnya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar