#filipina#korona

Covid-19 Mewabah di Sebuah Penjara Filipina

( kata)
Covid-19 Mewabah di Sebuah Penjara Filipina
Foto: Google Image


Cebu (Lampost.co) -- Cebu, kota kedua terbesar di Filipina, mencatat tambahan 139 kasus positif virus korona (covid-19) pada Rabu 22 April 2020. Dari total tersebut, 123 di antaranya berasal dari penjara Cebu City Jail.
 
Dikutip dari CGTN, pengumuman munculnya wabah di sebuah penjara di Cebu disampaikan langsung Wali Kota Edgardo Labella. Lonjakan jumlah infeksi di penjara tersebut terjadi usai otoritas setempat melakukan tes massal covid-19 di seantero Cebu.
 
Tes massal dilakukan usai seorang narapidana meninggal akibat covid-19 di Cebu pada Sabtu pekan kemarin.

Menurut media lokal, narapidana tersebut tewas sebelum hasil tesnya keluar pada Senin 20 April. Ia menjalani tes bersama sejumlah narapidana dan juga sipur penjara.
 
Berdasarkan data terbaru Universitas Johns Hopkins pada Rabu petang, total infeksi covid-19 di Filipina mencapai 6.599 dengan 446 kematian dan 693 pasien sembuh.
 
Sementara itu, Manila berencana memperpanjang aturan penguncian wilayah atau lockdown terkait pandemi covid-19. Perpanjangan dinilai perlu karena jumlah pasien virus korona di ibu kota Filipina itu terus meningkat.
 
Presiden Filipina Rodrigo Duterte akan memutuskan perpanjang lockdown tersebut pekan ini.
 
Sementara beberapa senator di Filipina mendukung usulan 'karantina selektif' di Filipina, bukan lockdown menyeluruh. Mereka menekankan pentingnya menjaga jarak sosial (social distancing) di kalangan masyarakat, namun di waktu bersamaan tetap mempertimbangkan perlunya memulai kembali roda perekonomian.
 

Medcom







Berita Terkait



Komentar