#covid-19#campak

Covid-19 Membuat Imunisasi Campak Terbengkalai

( kata)
Covid-19 Membuat Imunisasi Campak Terbengkalai
Campak adalah penyakit yang sangat menular namun mudah dicegah melalui vaksinasi. AFP/Getty


Washington (Lampost.co) -- Sejumlah agensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan lebih dari 117 juta anak-anak di seluruh dunia berpotensi melewatkan imunisasi campak di tengah pandemi virus korona (covid-19). Ini dikarenakan banyak negara sedang memfokuskan kampanye kesehatan terhadap isu covid-19, bukan campak.

Menurut pernyataan kelompok Measles & Rubella Initiative (M&RI), saat ini ada 24 negara yang sudah menunda kampanye imunisasi campak. Mereka khawatir jumlah negara yang mengikuti langkah serupa akan terus bertambah.

M&RI merupakan kelompok yang didukung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dana Anak-Anak PBB (UNICEF), dan beberapa organisasi lainnya.

"Jika keputusan sulit untuk menunda vaksinasi (campak) telah diambil karena penyebaran covid-19, kami mendorong para pemimpin global untuk mengintensifkan upaya melacak anak-anak yang belum divaksinasi saat situasi di lapangan sudah memungkinan," kata pernyataan M&RI.

"Kami menyadari sistem kesehatan sedang kewalahan menangani covid-19, tapi menghadirkan layanan imunisasi, termasuk vaksin campak, merupakan hal penting untuk menyelamatkan nyawa dari penyakit-penyakit yang sebenarnya bisa dicegah," katanya disitat dari Evening Standard, Rabu, 15 April 2020.

Karena sebagian besar negara sedang fokus menjaga keselamatan para pekerja kesehatannya di tengah pandemi covid-19, WHO mengeluarkan rekomendasi untuk menghentikan sementara sejumlah kampanye imunisasi, termasuk campak.

Sejumlah negara yang sedang menghentikan kampanye imunisasi campak adalah Brasil, Republik Demokratik Kongo, Lebanon, Meksiko, Nigeria, Sudan Selatan, dan Ukraina.

M&RI mendukung upaya WHO dalam melindungi para pekerja kesehatan global dari covid-19. Namun, M&RI menegaskan ini bukan artinya mengabaikan anak-anak dari ancaman campak dan penyakit lainnya.

Desember lalu, WHO mengatakan campak telah menginfeksi hampir 10 juta orang pada 2018 dan menewaskan 140 ribu, sebagian besar anak-anak. Campak adalah penyakit yang menimbulkan gejala batuk, ruam, dan demam. Campak sangat menular, tapi mudah dicegah melalui vaksinasi.

Medcom







Berita Terkait



Komentar