Viruskoronakesehatan

Covid-19 Bukti Kebenaran Nikmat Allah

( kata)
Covid-19 Bukti Kebenaran Nikmat Allah
Ilustrasi. Medcom.id

Jakarta (Lampost.co) -- Sekretaris PP Dewan Masjid Indonesia (DMI) Imam Addaruquthni menilai pandemi virus korona (covid-19) membuktikan kebenaran nikmat Allah swt. Masyarakat semakin menyadari nikmat yang hilang saat pandemi.

"Maka kalau mengatakan (Al-qur'an Surat Ar-Rahman) fabiayyi ala irobbikuma tukadziban (yang artinya maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?) covid-19 ini membuktikan kebenaran nikmat Allah telah banyak dan tak terhitung," kata Imam dalam diskusi virtual Masjid Nursiah Daud Paloh (NDP) TV bertajuk Kemenangan Idulfitri Menuju Normal Baru di Masa Pandemi, Kamis, 21 Mei 2020.

Sebagai seorang muslim, mestinya pandemi ini dijadikan sebagai penguat spritualitas. Mengingat situasi pandemi ini tak pernah dibayangkan sebelumnya. "Seorang muslim, seorang mukmin kiranya covid-19 ini menyegarkan antusiasme spiritualitasnya untuk kembali kepada yang kuasa," ujarnya.

Imam mengatakan spektrum dalam berkehidupan juga perlahan mengalami perubahan. Mulai dari cara bersosialisasi hingga melaksanakan ibadah.

Semua orang harus beradaptasi dengan situasi saat ini. Termasuk mengikuti kebijakan pemerintah untuk menghadapi new normal. "Ini pola yang biasa sekarang membatasi jarak dan seterusnya tetapi juga spektrum soal peribadatan juga berubah," katanya.

Contoh yang paling dekat dalam penyesuaian ibadah ialah pelaksanaan salat idulfitri berjemaah di luar rumah. Menurut Imam, pelaksanaan salat idulfitri seharusnya tak perlu lagi dipusingkan.

Sebab, salat idulfitri merupakan sunnah muakkad atau dianjurkan. Salat idulfitri bisa dilaksanakan secara berjemaah di rumah bersama anggota keluarga. "Kalau tidak ada yang bisa khotbah ya tidak usah. Karena salat idulfitri itu tidak mensyaratkan khotbah," katanya.

Pola-pola silaturahmi saat Idulfitri juga mesti menyesuaikan. Penggunaan cara-cara virtual tidak mengurangi semangat untuk bersilaturahmi. "Dalam hal ini silaturahmi dalam pengertian memang betul-betul memiliki makna batiniahnya bukan silaturahmi formalitas," ujarnya.

Medcom



Berita Terkait



Komentar