koronacovid-19refleksi

Corona Baru!

( kata)
Corona Baru!
Ilustrasi. Medcom.id


PERLU ndak ya, Lampung ini menginjak rem!? Jawabnya pasti tidak. Karena dengan menginjak rem juga, ekonomi rakyat tidak berpengaruh signifikan. Apalagi jumlah pasien yang terpapar Covid-19 tetap saja bertambah. Pekan ini, ada tiga daerah di Lampung berstatus zona merah, yakni Kota Bandar Lampung, Metro, dan Kabupaten Lampung Tengah.

Tiga daerah berstatus zona merah, semua elemen masyarakat harus diingatkan agar ketat menerapkan protokol kesehatan. Apalagi sepekan ke depan, ada libur Tahun Baru. Sebaiknya tetap saja di rumah. Tidak perlu berlibur karena angka Covid-19 masih tinggi sekali.

Grafik pasien yang terpapar Covid-19 kian meningkat. Belum ada tanda-tanda akan menurun. Sangat prihatin! Diperparah lagi, kedisiplinan pasien ketika mengindap penyakit tidak berobat ke dokter. Saat sudah parah, barulah ke rumah sakit. Apalagi minimnya pelayanan rumah sakit yang tidak cepat tanggap. Paling mengerikan jika pasien menderita komorbiditas.

Pesan-pesan yang terus digaungkan kepada anak-anak bangsa saat libur Natal dan Tahun Baru 2021 ini–jangan sampai liburan sebagai penyebab meningkatnya jumlah kasus Covid-19. Belum lagi perhelatan pemilihan kepala daerah, 9 Desember lalu, akan menambah derita rakyat. Alasannya karena kerumunan pilkada berpotensi menyebarkan virus corona.

Menjadi catatan juga libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), jika tidak berhati-hati, akan sama nasibnya dengan libur Idulfitri 22—25 Mei 2020. Lonjakan kasus Covid-19 itu terlihat dalam rentang waktu 10—14 hari. Awalnya hanya 600 pasien per hari. Usai liburan naik dua kali lipat menjadi 1.100.

Hal serupa juga terjadi pada libur peringatan kemerdekaan pada Agustus 2020. Penambahan jumlah kasus positif melonjak 58%—18% per pekan sejak libur panjang 20—23 Agustus 2020. Begitu pun, libur 28 Oktober— November 2020, kasus terpapar meningkat 17%—2%. Jumlah itu diperoleh sepanjang 8—22 November 2020. Luar biasa!

Apakah negeri ini masih mau masuk ke lubang yang sama—saat libur Nataru tiba, rakyat tetap abai dengan protokol kesehatan! Waspada. Tidak perlu basa-basi. Saat ini masih ada negara melakukan lockdown lagi akibat meningkatnya jumlah kasus Covid-19. Contohnya, Jerman dan Prancis.

Indonesia tidak perlu lockdown! Sebab, rakyat tidak cukup kuat menahan badai ekonomi karena krisis. Cukup dengan mematuhi protokol kesehatan; memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun di air mengalir! Itu saja. Bagi yang melanggar, jatuhkan sanksi tegas; penutupan tempat usaha serta denda puluhan juta rupiah bagi yang tidak patuh.

Di penghujung tahun 2020, banyak hal yang harus direnungkan. Banyak pelajaran pula yang berharga. Pandemi menyita perhatian penduduk dunia, juga Indonesia. Virus dari Tiongkok itu, awalnya hanya masalah bidang kesehatan ternyata berimplikasi ke mana-mana. Ekonomi porak-poranda!

Covid-19 janganlah dijadikan lawan, tetapi lebih kepada sahabat—hidup berdampingan. Paling penting menanamkan kesadaran kedaruratan agar pandemi segera berakhir. Apalagi varian baru virus corona bermunculan di daratan Eropa. Virus ini sudah menyebar di negara tetangga, Singapura dan Australia. Jangan sampai masuk ke negeri ini.

***

Untuk itulah, rakyat diminta tegas tidak melakukan perjalanan masa libur Natal dan Tahun Baru, abai protokol kesehatan. Varian baru virus corona ini bermutasi dan penyebarannya lebih cepat dari Covid-19. Mutasi virus baru ini sangat berpotensi masuk ke Indonesia, baik melalui penularan dari luar maupun dalam negeri.

Ini kata juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. “Virus varian baru ini potensi menularnya lebih tinggi,” kata dia. Mengerikan! Varian baru virus corona SARS-CoV-2 diberi nama VUI-202012/01 ini sudah teridentifikasi di berbagai negara.

Harus diingatkan! Bagi warga negara asing (WNA) juga warga negara Indonesia (WNI) yang usai bepergian dari luar negeri terutama Inggris dan  Australia, baik secara langsung maupun transit, dicek kesehatannya. Negeri ini harus tegas. Indonesia harus melarang warga negara asing untuk masuk ke bumi nusantara. Apalagi ingin liburan. Pulau Bali sudah melakukannya!

Ketegasan itu juga dilakukan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bersama wali kota dan bupati se-Lampung. Melarang pesta menyambut Tahun Baru baik di kafe, mal, hotel, maupun tempat hiburan dan wisata. Mewajibkan pendatang dari luar Lampung menunjukkan hasil tes antigen. Ini untuk kebaikan bersama agar virus corona tidak mengganas.

Ingat ya! Tidak usah alergi ketika negeri ini memberlakukan pemeriksaan rapid test antigen bagi wisatawan yang menggunakan jalur darat, udara, dan laut. Guna kebaikan anak bangsa—untuk mencegah penyebaran Covid-19. Ketegasan aparatur sipil negara (ASN) agar tidak bepergian ke luar daerah selama Nataru. Peraturan ini jangan jadi isapan jempol saja.

Mematuhi untuk tidak libur Nataru ke luar daerah bagian dari bela negara apalagi dengan tegas menerapkan protokol kesehatan—memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Mengapa? Sebab, setiap anak-anak bangsa ikut berkontribusi secara bersama-sama mencegah penyebaran covid-19. Inilah bentuk menyelamatkan nyawa rakyat.

Apalagi pemimpin di daerah bersama-sama masyarakat untuk saling ingat mengingatkan. Jadi pemimpin jangan bertelinga tipis. Jangan lengah atau abai. Sedikit saja tidak peduli, maka akan bertambah lagi zona oranye ke merah. Ini sebuah pertaruhan untuk menjaga kesehatan dari ancaman maut yang terus mengintai nyawa anak manusia.

Dan rasa syukur pun tidak terhingga, vaksin Covid-19 sudah di Tanah Air. Hasil survei lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis bahwa mayoritas publik percaya pemerintah mampu menyediakan vaksin halal, aman bagi kesehatan. Vaksin ini juga dinilai mampu meningkatkan imun atau daya tahan bagi yang infeksi virus corona.

Sebelum mewabahnya virus baru yang datang dari Inggris ke Indonesia, maka program vaksinasi gratis untuk masyarakat harus dituntaskan tepat waktu. Sosialisasikanlah secara masif, baik tingkat keamanan, kehalalan, maupun efektivitas manfaat vaksin. Lindungilah anak-anak bangsa di negeri ini dari ancaman keganasan dari varian baru virus corona tadi. ***

Winarko







Berita Terkait



Komentar