#cimbsyariah#perbankan#bukuIII

CIMB Niaga Syariah Targetkan BUKU III pada 2023

( kata)
CIMB Niaga Syariah Targetkan BUKU III pada 2023
google image

BOGOR (Lampost.co)-- Unit Usaha Syariah CIMB Niaga atau Bank CIMB Niaga Syariah berencana menjadi Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) III pada 2023, seiring dengan rencana memisahkan diri dengan induk perusahaan menjadi unit tersendiri (spin off).

"Saya maunya CIMB Niaga Syariah jadi BUKU III karena induknya (CIMB Niaga) itu BUKU IV," ujar Direktur Bank CIMB Niaga Syariah, Pandji P Djajanegara usai Media Training di Bogor, Jumat (7/12/2018). 

Ia menuturkan, perbedaan BUKU III dan BUKU IV terletak pada service, di mana BUKU IV bisa melakukan transaksi di luar negeri.  "Kalau (CIMB Niaga) syariah enggak perlu, saya sudah cukup jadi BUKU III," tambahnya.

Per September 2018, CIMB Niaga Syariah masih masuk kategori BUKU II dengan penempatan dana induk sebesar Rp2,7 triliun, sedangkan untuk menjadi BUKU III, CIMB Niaga Syariah membutuhkan modal inti Rp5 triliun.

Pandji optimistis bisa memenuhi target Rp5 triliun pada 2023. "Kasarnya sampai akhir tahun kita dapat profit Rp725 miliar, dipotong tax segala macam at least dapat Rp500 miliar. Kalau tahun ke depan tumbuh 20-25 persen, saya optimistis terkejar (Rp5 trilun) sampai 2023," paparnya.

Apalagi, CIMB Niaga sebagai perusahaan induk bersedia membantu apabila UUS menunjukkan pertumbuhan yang positif secara konsisten. CIMB Niaga Syariah berkomitmen untuk memiliki infrastruktur tersendiri meskipun tidak ada aturan spin off.

"Spin off atau enggak, kita harus punya infrastruktur sendiri. Kalau di bank konvensional ada kebijakan kredit, kita harus punya kebijakan financing. Begitu juga dengan kesiapan IT dan fasilitas," pungkasnya. 

 

Medcom.id

Berita Terkait

Komentar