#bkkbn#humaniora#beritapringsewu#keluargaberencana

Cetak Remaja Berkualitas, BKKBN Dorong Remaja Pringsewu Sadar Pendidikan dan Pekerjaan

( kata)
Cetak Remaja Berkualitas, BKKBN Dorong Remaja Pringsewu Sadar Pendidikan dan Pekerjaan
Kepala BKKN Lampung Uliantin Meiti saat memberikan sambutan dalam sosialisasi pembangunan keluarga di Pringsewu, Jumat (15/2/2019). DOK/ISTIMEWA


PRINGSEWU (Lampost.co) -- Dalam rangka mewujudkan pembangunan keluarga yang berkualitas, BKKBN bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI terus melakukan sosialisasi hingga sampai pelosok di wilayah Lampung. Sosialisasi pembangunan keluarga bersama mitra kerja kembali digelar di Kecamatan Gadingrejo dan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Jumat (15/2/2019).

Hadir dalam acara anggota Komisi IX DPR RI, Kepala BKKBN Provinsi Lampung Uliantina Meiti, dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Pringsewu Nazri. Kegiatan tersebut juga diikuti ratusan peserta baik remaja maupun dewasa, pengelola atau kader remaja, organisasi masyarakat, penyuluh KB, dan warga setempat.

Kepala BKKN Lampung Uliantina mengatakan sebagai tugas dan fungsinya mengawasi jalannya pembangunan keluarga dan program keluarga berencana, BKKBN bersama mitra kerjanya Komisi IX DPR RI fokus menangani tiga isu keluarga yaitu isu kependudukan, program KB, dan ketahanan keluarga.

"Dari sekian banyak jumlah penduduk di Lampung, 40 persennya merupakan kalangan remaja. Di sinilah kami fokuskan membangun keluarga berkualitas dengan mencetak remaja yang berkualitas," kata Uliantina.

Menurutnya, remaja yang berkualitas yakni remaja memiliki perilaku sehat dengan tidak merokok, pergaulan bebas, dan menjauhi narkoba. "Selain itu seagai remaja yang berkualitas ini, mereka juga pastinya paham dengan pendidikan yang dijalani. Jadi, jika para orang tua punya anak memilih sekolah sebagai tempat menimba ilmu, itu artinya anak paham pendidikan dan anak memang punya hak posisi tawar kepada orang tua," kata dia.

Dia mengatakan remaja berkualitas selain paham pendidikan juga paham atau sadar dengan pekerjaan yang ingin diraih untuk masa depan. "Melalui kesadaran akan sebuah pekerjaan itulah yang bisa membuat remaja termotivasi untuk melakukan hal-hal positif," pungkas dia.

Delima Natalia Napitupulu*







Berita Terkait



Komentar