#rusiavsukraina#rusia#ukraina

Cerita WNI di Ukraina Bersembunyi dari Serangan Rusia

( kata)
Cerita WNI di Ukraina Bersembunyi dari Serangan Rusia
Sebuah bangunan di Chuguiv, Ukraina yang rusak akibat invasi Rusia. AFP


Kiev (Lampost.co) -- Warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Ukraina diminta untuk berkumpul di Gedung KBRI Kiev. Hal ini sejalan dengan rencana kontijensi yang dilakukan pemerintah dalam melindungi WNI.

Dikutip dari Voice of America (VOA), Jumat, 25 Februari 2022, keluarga salah satu WNI, Vanda Sakina Damayanti dan Denny Fachry juga termasuk yang ikut mengungsi ke gedung KBRI Kiev.

Pasangan ini sudah tinggal selama setahun di Ukraina. Denny diketahui bekerja di perusahaan gas dan minyak di sana.

Baca: Invasi Rusia ke Ukraina, Perang Dunia Ketiga Jadi Trending Twitter

 

Mereka sedang berkumpul di KBRI Kiev, menunggu arahan berikutnya, usai Rusia menyerang Ukraina pada Kamis kemarin.

"Sejumlah WNI sempat kembali ke rumah untuk mengambil persediaan makanan," lapor VOA.
 
Dalam videonya di Instagram, Vanda dan Denny mengatakan, pagi hari begitu Rusia menyerang, terdengar sirene yang menandakan adanya serangan udara di Ukraina. 
 
Mereka bergegas menuju di Gedung KBRI Kiev untuk mencari perlindungan. Dari video mereka, terlihat warga Ukraina lainnya juga ikut melarikan diri.
 
"Kita (KBRI) punya tiga safe house (tempat aman) , di Kiev, di kota Lviv, dan Odessa," ucap Denny dalam videonya.
 
Jalanan di ibu kota Kiev yang biasanya ramai, kini sepi karena invasi Rusia tersebut. Mereka meminta didoakan agar selamat.
 
"Kami meminta doa dari teman-teman, dan atau semua rakyat Indonesia, supaya WNI di Ukraina ini bisa aman, selamat, sampai di tempat paling aman," sambung Vanda.
 
Menurut Duta Besar RI untuk Ukraina Ghafur Dharmaputra kepada VOA, ada 144 warga Indonesia di Ukraina. Sementara dari data Kementerian Luar Negeri sebelumnya disebutkan ada 138 WNI di sana dengan mayoritas tinggal di Kiev.
 
Tentara Rusia mulai menginvasi Ukraina pada awal Kamis. Presiden Vladimir Putin memperingatkan negara-negara lain 'tidak ikut campur tangan'.
 
Laporan menunjukkan warga Ukraina memenuhi pom bensin, ATM dan apotek setelah Rusia menyerang.
 
Ruang udara Ukraina sudah ditutup untuk penerbangan sipil dan komersial. Pihak berwenang Eropa juga peringatkan adanya risiko jika terbang ke kawasan yang berbatasan dengan Ukraina.
 
Sementara sekutu Ukraina dari Barat menyuarakan dukungan terhadap Ukraina dan menjanjikan sanksi berat baru, sekaligus mengecam serangan Rusia.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar