#polisi

Cerita Sopir Dipenjara Tanpa Status Hukum di Polsek Tanjungkarang Barat

( kata)
Cerita Sopir Dipenjara Tanpa Status Hukum di Polsek Tanjungkarang Barat
Sopir mobil ekspedisi PT. Sindex Express, Arsiman (41), bersama istri saat di LBH Bandar Lampung. Istimewa


Bandar Lampung (Lampost.co) – Seorang sopir mobil ekspedisi PT. Sindex Express, Arsiman (41), harus merasakan sulitnya kehidupan di dalam penjara. Dia mendekam selama delapan hari di sel Polsek Tanjungkarang Barat, tanpa kejelasan status hukum.

Arsiman menceritakan kehidupan selama di penjara mulai dari kelaparan hingga buang air kecil di dalam botol. Dia hanya diberi kesempatan ke toilet pada pagi hari. Selain waktu tersebut, polisi tidak memberikan izin.

Baca juga: Pihak yang Memerintah Kapolsek Tanjungkarang Barat Bakal Ikut Diperiksa

"Selama delapan hari dikurung, cuma dikasih makan empat kali. Akhirnya menelepon orang rumah untuk mengantar nasi karena sangat lapar gak tahan," kata Arsiman, melalui via telpon, Minggu, 16 Januari 2022.

Bahkan untuk mengantar nasi itu, istrinya harus meminjam uang tetangga agar sampai tujuan dari Lampung Selatan ke Bandar Lampung.

"Istri saya datang tiap dua hari bawa makanan. Itu juga uangnya pinjam uang," katanya.

Selama dalam kurungan, dia mengaku merindukan istri dan anaknya yang berada di Lampung Selatan. Namun, dia juga heran terkait perkara yang menimpanya. Apalagi, selama di penjara dia hanya sekali diperiksa penyidik.

“Untuk itu, istri saya minta bantuan LBH Bandar Lampung agar adanya kasus tersebut menjadi jelas,” ujarnya.

Effran Kurniawan






Berita Terkait



Komentar