covid-19featuretanggamus3M

Cerita Kadis di Tanggamus saat Terserang Covid-19

( kata)
Cerita Kadis di Tanggamus saat Terserang Covid-19
Lampost.co/Rusdy Senepal


KOTAAGUNG (Lampost.co) - Sesekali alis mata Retno Noviana berkenyit, tatapannya lurus kedepan, seolah-olah sedang mengingat-ingat kejadian ketika dirinya terkonfirmasi Covid-19. Menginjak usia 50 tahun, selain masih terlihat cantik, tentu saja daya ingatnya belum melemah. 

Sambil tersenyum ramah, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Parbudpora) Kabupaten Tanggamus itu menuturkan, sebelum dinyatakan positif covid -19 dia beserta keluarganya dari Jakarta.

"Saya bersama suami mengendarai kendaraan roda empat menuju Jakarta untuk menghantarkan anak perempuannya yang akan memulai bekerja di suatu perkantoran. Di perjalanan anak perempuan saya sudah merasakan gejala flu," kata Retno, sapaan akrabnya, Kamis, 3 Desember 2020.

Tidak terbayang dibenaknya bahwa dirinya akan terkonfirmasi covid lantaran tidak memiliki gejala. Meski demikian, ketika anaknya dinyakatan positif, dia pun langsung melakukan swab di Puskesmas Gisting. 

"Selama proses belum keluar hasil swab saya sudah membatasi diri untuk tidak beraktifitas dan sudah melakukan isolasi mandiri dirumah," terangnya.

Retno mengaku sempat terkejut dan tidak percaya ketika mengetahui hasil swab positif covid-19. Sebab, dia tidak merasakan gejala yang mengarah ke covid pada umumnya. 

"Tapi saya tetap optimis karena ini bukan aib. Pertama-tama yang saya pikirkan adalah bagaimana caranya agar saya tidak menularkan ke orang lain," ungkapnya.

Meski demikian, dia tetap merasa bersyukur sebab virus itu tidak sampai menyerang suaminya yang memiliki penyakit bawaan. Untuk itu, setelah dinyatakan positif, dia langsung isolasi mandiri di rumahnya, sedangkan suaminya sementara tinggal di hotel. "Untuk sementara kami pisah rumah," ujarnya.

Sebagai penyintas Covid-19, dia menceritakan cara-cara yang dilakukannya untuk dapat sembuh dari paparan virus itu. Salain harus tetap berpikiran positif dan bahagia, dia harus rajin berolahraga dan berjemur antara jam 8 pagi s.d. 10 pagi. 

"Makan makanan yang bergizi dan minum vitamin serta jaga imun tubuh. Alhamdillah kesembuhan di dapat dan berat badan bertambah," ucapnya.

Retno mengucapkan terimakasih kepada keluarga, teman dan rekan-rekannya telah memberikan support saat dia sedang menjalani isolasi mandiri selama 16 hari lamanya. 

Tentunya, dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan seperti rutin cuci tangan pakai sabun, pakai masker, pengecekan suhu tubuh, jaga jarak aman dan menghindari kerumunan (3M),

"Kita tidak pernah tau dan menduga jika seseorang yang ditemui terpapar covid-19. Sebab itu, kita harus antisipasi dengan selalu menerapkan protokol kesehatan dimana pun dan kapan pun," tandasnya.
 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar