#kpk#antikorupsi

Cerita Febri Soal Pergulatan Sebelum Mundur dari KPK

( kata)
Cerita Febri Soal Pergulatan Sebelum Mundur dari KPK
Mantan juru bicara KPK Febri Diansyah dalam program Newsmaker yang dipandu jurnalis senior Media Group, Abdul Kohar, Kamis, 1 Oktober 2020. Foto: Medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Mantan Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah blak-blakan terkait pertimbangannya mundur dari Lembaga Antikorupsi. Banyak pergulatan yang akhirnya meyakinkan dirinya harus meninggalkan KPK. 

"Pergulatan logika, rasional, dan juga pergulatan perasaan yang terus-menerus kami pertanyakan," kata Febri dalam program Newsmaker yang dipandu jurnalis senior Media Group, Abdul Kohar, Kamis, 1 Oktober 2020.

Febri mengaku mempertimbangkan mundur sejak bergulirnya Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK medio Oktober 2019. Poin-poin dalam beleid hasil revisi UU yang didiskusikan dengan pegawai KPK itu dinilai berisiko terhadap kelembagaan.

"Waktu itu kami sepakat harus bertahan dahulu di dalam, kita lakukan apa yang bisa dilakukan. Saya sendiri sudah bertahan sekitar 11 bulan," ujarnya.

Mantan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) ini semakin yakin untuk meninggalkan KPK pada awal September 2020. Namun, Febri tak menjelaskan momentum apa yang membuat ia meneguhkan keyakinannya itu.

"Jadi bisa disebut semacam sudah memperhatikan kondisi yang ada," katanya.

Berita terkait: Febri Yakin akan Lebih Berkontribusi di Luar KPK

Febri tak memungkiri situasi politik dan hukum di KPK telah berubah. Ia enggan membeberkan karena persoalan itu dinilai masih bisa diselesaikan secara internal.

Keputusan meninggalkan KPK sejatinya telah lebih dahulu dilakukan 37 pegawai sepanjang 2020. Menurut Febri, pegawai itu meninggalkan KPK juga disebabkan faktor serupa.

"Jadi ada faktor eksternal dan faktor internal yang saling berkeliaran satu dengan yang lainnya yang memengaruhi pengambilan keputusan itu," katanya. 

Febri menegaskan tidak ada paksaan terhadap keputusan mundur yang dilayangkan Jumat, 18 September 2020. Ia meyakini kontribusi terhadap pemberantasan korupsi saat ini akan lebih maksimal di luar KPK.

"Untuk pemberantasan korupsi mungkin akan lebih signifikan kalau saya berada di luar," ujarnya.

Medcom







Berita Terkait



Komentar