#penghargaan#poldalampung

Cepat Ungkap Kasus, Enam Personel Ditreskrimum Polda Lampung dapat Penghargaan

( kata)
Cepat Ungkap Kasus, Enam Personel Ditreskrimum Polda Lampung dapat Penghargaan
Wakapolda Lampung Memberikan Penghargaan kepada personel. (Foto:Lampost/Salda Andala)


Bandar Lampung (Lampost.co)--Dinilai berhasil mengungkap kasus dalam waktu relatif singkat, enam personel Ditreskrimum Polda Lampung mendapat penghargaan atas keberhasilan tersebut. Tiga diantaranya Kasat Reskrim dan tiganya Panit Ditreskrimum Polda Lampung.

Kapolda Lampung Irjen Akhmad Wiyagus diwakili Wakapolda Lampung Brigjen Subiyanto, saat dihubungi Lampost, Jumat, 8 Juli 2022,  mengatakan keenam personel terbaik itu mendapat penghargaan setelah dimilai sigap dalam mengungkap kasus.

Keenam  penghargaan itu diberikan kepada mantan Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Devi Sujana atas pengungkapan kasus penyekapan terhadap mahasiswa di Bandar Lampung. Dimana saat itu pelaku utamanya adalah seorang oknum Polri yang saat ini sudah di PTDH.

Lalu Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah AKP Edi Qorinas diberi penghargaan atas pengungkapan kasus pembunuhan terhadap pengusaha Tarmizi warga Bandar Lampung di Danau Bekri yang dibunuh oleh teman wanita beserta rekannya.

Kemudian, Kasat Reskrim Polres Lampung Timur AKP Ferdiansyah diberi penghargaan atas ungkap kasus perampokan BRI Link di wilayahnya hukumnya. Dimana saat itu seorang mahasiswa tewas tertembak oleh pelaku.

Selanjutnya Panit 1 unit 3 Subdit 3 Ditreskrimum Polda Lampung AKP Andreas Winardi. Panit 1 Unit 1 Subdit 1 Ditreskrimum Polda Lampung AKP Mukhlisin ,dan Ps Panit 2 Unit 1 Subdit 3 Ditreskrimum Polda Lampung Iptu Riki Nopariansyah.
Penghargaan diberikan saat apel gabungan di Mapolda Lampung Kotabaru, Kamis, 7 Juli 2022.

Wakapolda meminta jajarannya terus meningkatkan kinerja dan performa. "Kinerja harus terus ditingkatkan, karena saat ini kepercayaan masyarakat terus meningkat terhadap Polri," ujarnya.

Subiyanto juga mengajak mengataka masyarakat untuk menumpas stigma Begal di Lampung harus dimulai dari menghapus kata begal. Menurutnya kata Begal tidak ada di kamus bahasa Indonesia maupun di kitab Undang-Undang Hukuk Pidana (KUHP).

Ia menjelaskan kata begal tersebut lebih baik diganti dengan curas dan curat. "Kata curanmor juga tidak ada, jadi hanya curas dan curat," ucapnya.

Sri Agustina






Berita Terkait



Komentar