#cemburu#pembunuhan#beritalampung

Cemburu Baca Pesan di WA Istri, Suami Bacok Saudaranya

( kata)
Cemburu Baca Pesan di WA Istri, Suami Bacok Saudaranya
Kasus pembunuhan di Way Tenong. Dok Polsek Sumberjaya

LIWA (Lampost.co) -- Kasus tewasnya Ahmad Zaini ditangan pelaku Suprianto (36) di Pemangku Cempedak, Pekon Padangtambak, Way Tenong, Senin malam lalu adalah akibat sebuah pesan yang dikirim melalui WA kepada istri pelaku.

Kapolsek Sumberjaya Kompol Arjon Safrie mendampingi Kapolres Lampung Barat AKBP Doni Wahyudi, Rabu (14/8/2019), mengatakan korban dengan tersangka masih merupakan keluarga dekat. Kejadian itu adalah akibat pelaku merasa cemburu terhadap korban.

Dimana sebelum kejadian korban mengirimkan pesan whatsapp ke WA istri pelaku yang isinya adalah "sesuk wae tak ewangi wadahi sawi" dan isi WA itu dibaca oleh pelaku.

Kemudian sekitar pukul 21.00, pelaku ribut dengan istrinya karena merasa cemburu terhadap isi pesan itu. Kemudian pelaku mendatangi rumah korban untuk meminta klarifikasi dan setelah disana terjadilah cekcok mulut.

Setelah itu pelaku pulang. Sekitar pukul 23.00 WIB korban datang bersama saksi Wiwijayanti ke rumah pelaku dengan tujuan untuk menyelesaikan permasalahan itu secara kekeluargaan agar permasalahan isi WhatsApp itu tidak berlarut larut dikarenakan mereka masih mempunyai hubungan saudara.

Akan tetapi setelah berada didalam rumah korban kembali ribut mulut dengan pelaku di ruang tamu. Saat ribut itulah pelaku langsung berdiri mengambil golok yang juga berada di ruang tamu tempat mereka berada.

Melihat pelaku berdiri memegang golok itu akhirnya korban langsung berlari keluar rumah. Secara bersamaan pelaku langsung mengejar korban lalu, tiba di halaman pelaku menyabetkan golok ke arah badan korban namun korban menangkisnya hingga mengenai lengan korban.

Korban lalu terjatuh namun pelaku kembali membacok bagian leher belakang dan kepala bagian samping korban hingga korban meninggal ditempat.

Sementara itu, Kapolres Lambar Doni Wahyudi, mengatakan kasus tersebut sedang dalam proses hukum. Meskipun mereka masih satu keluarga karena istri pelaku dengan istri korban masih sepupu tapi ini adalah murni kriminalitas karenanya tetap diproses hukum.

"Pelakupun sudah mengakui kesalahanya. Intinya pelaku adalah karena cemburu. Sementara korban awalnya mengirim WA ke istrinya itu adalah karena ingin membantu karena merasa masih keluarga sehingga baginya kirim pesan itu adalah hal biasa," kata Kapolres.

Eliyah



Berita Terkait



Komentar