#haji2022#zamzam

Menag Lobi Minta Tambahan Jatah Air Zamzam Haji Indonesia

( kata)
Menag Lobi Minta Tambahan Jatah Air Zamzam Haji Indonesia
Menag Yaqut Cholil Qoumas, di Kompleks Masjidil Haram, Makkah, Minggu, 17 Juli 2022. (Foto:Lampost.co/Sobih AW Adnan)


Makkah (Lampost.co) -- Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas akan mengupayakan penambahan jatah air zamzam bagi jemaah haji di tahun mendatang.

“Kita akan perjuangkan. Saya sudah komunikasi dengan berbagai pihak. Terutama dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi,” kata Menag, usai mengecek aktivitas jemaah haji di Masjidil Haram, Makkah, Minggu, 17 Juli 2022.

Usai rangkaian haji, Menag Yaqut mengaku akan kembali ke Arab Saudi untuk membahas sejumlah usulan Indonesia. Termasuk soal jatah air zamzam bagi jemaah haji Indonesia.

“Mengapa jemaah memaksa bawa zamzam masuk ke dalam koper? Karena lima liter per orang itu terlalu sedikit," tegas dia.

Gus Yaqut menegaskan, jemaah Indonesia tidak bisa disamakan dengan rombongan haji negara lain karena memiliki perbedaan dalam sosial dan tradisi.

"Sistem dan tradisi kekeluargaan di Indonesia sangat luas. Maka membawa zamzam sebagai oleh-oleh paling khas saat berhaji sebatas lima liter masih jauh dari kata cukup," ujar dia.

Pantau Aktivitas

Menag dan rombongan mendatangi Masjidil Haram dan meminta agar para jemaah mengurangi aktivitas ibadah sunahnya jelang kepulangan ke Tanah Air.

Menag mengatakan, kondisi kesehatan jemaah harus terus terjaga selama proses pemulangan hingga tiba di Indonesia.

“Jelang kepulangan adalah waktu yang cukup krusi. Baik jemaah maupun petugas harus menjaga staminanya,” kata Menag usai berkeliling Masjidil Haram, Minggu, 17 Juli 2022.

Pengecekan jemaah dilakukan pada Sabtu, 16 Juli 2022 sekitar pukul 21.30 WAS. Menag dan rombongan baru meninggalkan Masjidil Haram pada Minggu, 17 Juli 2022, pukul 01.30 WAS, dini hari.

“Saya memang pengin melihat, ternyata sampai setengah dua (01.30 WAS), masih banyak jemaah yang ke masjid baik untuk tawaf atau sekadar iktikaf maupun melanjutkan umrah,” kata dia.

“Kita tidak ingin jemaah ini kehilangan energinya, karena kemarin saya melihat statistik itu ada jemaah empat yang wafat setelah prosesi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Angka jemaah yang wafat pun cenderung naik," sambung Gus Yaqut.

Dia mengungkapkan, jemaah yang wafat mayoritas disebabkan kardiovaskular yang dipicu kelelahan berlebihan.

"Saya juga sudah meminta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk mengurangi program dan aktivitas jemaah jelang kepulangan," kata dia.

Sri Agustina






Berita Terkait



Komentar