#cekfakta#beritabohong#sultan-bruner#mabuk-kekuasaan
Cek Fakta

[Cek Fakta] Sultan Brunei Sindir Jokowi Mabuk Kekuasaan? Ini Faktanya

( kata)
[Cek Fakta] Sultan Brunei Sindir Jokowi Mabuk Kekuasaan? Ini Faktanya
Tangkapan layar pemberitaan palsu dari situs Youtube Medcom.id

UNGGAHAN Akun Facebook Alfazy Khan Alfazy ramai di media sosial. Pemilik akun membagikan tautan video dari situs Youtube berjudul "Sindiran Pedas Sultan Brunei Darussalam kepada Presiden Jokowi".

Sejak diunggah pada Jumat 20 Desember 2019, unggahan video tersebut sudah mendapat 1,3 ribu resnpons dari warganet, 224 komentar, dan 492 kali dibagikan.

Sementara itu, video berdurasi 2 menit 5 detik itu tersebut diunggah kanal Youtube Abang AgunqS pada Kamis 15 Februari 2018. Sejauh ini, video tersebut sudah ditonton 1.076.298 kali, dan mendapat 2,333 komentar. Pada kolom deskripsi, pemilik kanal menuliskan narasi sebagai berikut:

"Isu hangat minggu kali ini, yakni seputar sindiran pedas perihal ucapan yang di lontarkan oleh, Sultan Brunei Darusalam kepada Presiden Jokowi Dodo. Entah tujuan apa beliau mengucapkan kata seperti itu, terlepas dari semua mudah"han hubungan kedua negara tetap membaik.".

Penelusuran:
Setelah dilakukan penelusuran, video tersebut merupakan tayangan pidato Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah kepada jajaran menterinya. Pidato Sultan Brunei bukan ditujukan kepada Jokowi.

Melalui reverse image, ditemukan foto identik yang diunggah kanal Youtube RTB News, melalui video berjudul "Berita Perdana 07 Februari 2018". Kanal Youtube tersebut adalah stasiun berita milik pemerintah setempat.

Berikut penggalan isi pidato Sultan Hassanal Bolkiah:

"MIB ialah pakaian Brunei. Kita memakainya sejak lebih 600 tahun lagi. Jadi, mengapa di dalam zaman yang dinamakan zaman modern ini ia mahu dipertikaikan? Yakinlah, barang siapa yang mempertikaikan MIB, mereka itu bukan purih Brunei atau tidak berjiwa Brunei. Untuk menjadi pemimpin, keperluan untuk menguatkan amalan konsep MIB sangatlah mustahab. Jangan sekali-kali coba menganut ideology atau sistem lain dari ideology dan sistem MIB. Kalau mahu jadi pemimpin yang baik, maka peganglah kuat-kuat prinsip ini. Dan juga jangan jadi pemimpin mabuk kuasa, melakukan apa saja untuk kepentingan diri sendiri lebih daripada kepentingan untuk negara. Di antara tanda-tanda pemimpin mabuk kuasa itu ialah licik, mengatur rancangan atau strategi bagi kepentingan sendiri, seperti mengamalkan kronisme dan nepotisme untuk mengukuhkan kedudukan dan kuasa. Beta yakin perbuatan seperti ini tidak mendatangkan sebarang kebaikan melainkan keburukan belaka kepada negara. Dan tidaklah boleh dibiarkan terus berlaku. Brunei mesti tetap Brunei. Inveronment-nya yang cantik mesti dikekalkan. Inveronment Brunei ialah kebajikan. Kita tidak akan membiarkannya dicemari oleh apa jua bentuk keburukan, termasuk ketidakjujuran dan kepalsuan. Brunei mesti bersih daripada semua gejala negatif."

Kesimpulan:
Klaim pada video bahwa Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah menyindir pedas Presiden Jokowi adalah salah. Faktanya, video tersebut sudah dipotong dan diedit. Pula, video itu menayangkan pidato Sultan Brunei kepada jajaran menterinya, bukan kepada Jokowi.

Informasi hoaks tersebut masuk dalam kategori Misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.

Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya

Referensi:
https://www.youtube.com/watch?v=LbgwsjH7au0
https://cekfakta.tempo.co/fakta/533/fakta-atau-hoaks-benarkah-sultan-brunei-sindir-presiden-jokowi-pemimpin-mabuk-kuasa

Sumber:
https://www.youtube.com/watch?v=IVYlWMW1bgM&fbclid=IwAR2vQkgOOsx0d3D_6vpAo152s2qB5GQkIxvCZKaNONkIURpehvZVgOixULA
https://www.facebook.com/groups/460330708072269/permalink/613370332768305?amp%3B_rdr&_rdc=3&_rdr

 

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar