#cekfakta#menkes

[Cek Fakta] Sesuai Permintaan, Akhirnya Menkes Terawan Mundur? Ini Faktanya

( kata)
[Cek Fakta] Sesuai Permintaan, Akhirnya Menkes Terawan Mundur? Ini Faktanya
Tangkapan layar informasi palsu di media sosial


Beredar narasi di media sosial bahwa Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menuruti permintaan mundur.
 
Adalah akun twitter @dwikiaprinaldi yang mengunggah narasi tersebut. Ia juga menyertakan video memperlihatkan Menkes Terawan seperti jalan mundur di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
 
"Sesuai permintaan, akhirnya menkes Terawan mundur," tulis akun twitter@dwikiaprinaldi, Rabu 18 Maret 2020. 

Unggahan ini ramai direspons warganet. Hingga pukul 16.12 WIB, terdiri dari 667 komentar, 7.200 retweet dan 11.100 likes. 
[Cek Fakta] Sesuai Permintaan, Akhirnya Menkes Terawan Mundur? Ini Faktanya
 

Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menuruti permintaan mundur, adalah salah.
 
Faktanya video itu memperlihatkan peristiwa Terawan saat datang dan pulang meninggalkan Istana Merdeka pada Selasa 22 Oktober 2019. Kala itu, Terawan dipanggil terkait kesiapannya bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju sebagai Menkes.
 
Video itu memperlihatkan Terawan jalan maju dan mendekat ke arah Istana Merdeka. Baik saat datang ke istana sekitar pukul 17.00 WIB dan saat meninggalkan istana pada malam hari.
 
Belakangan ini muncul desakan agar Menkes Terawan mundur dari jabatannya. Terawan dianggap gagal dalam menangani kasus penyebaran virus korona atau covid-19 di Indonesia.
 

[Cek Fakta] Sesuai Permintaan, Akhirnya Menkes Terawan Mundur? Ini Faktanya
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menuruti permintaan mundur, adalah salah.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis satire atau parodi. Konten jenis ini biasanya tidak memiliki potensi atau kandungan niat jahat, namun bisa mengecoh.
 
Satire merupakan konten yang dibuat untuk menyindir pada pihak tertentu. Kemasan konten berunsur parodi, ironi, bahkan sarkasme. Secara keumuman, satire dibuat sebagai bentuk kritik terhadap personal maupun kelompok dalam menanggapi isu yang tengah terjadi.
 
Sebenarnya, satire tidak termasuk konten yang membahayakan. Akan tetapi, sebagian masyarakat masih banyak yang menanggapi informasi dalam konten tersebut sebagai sesuatu yang serius dan menganggapnya sebagai kebenaran.
 

Referensi:
https://www.youtube.com/watch?v=rFW4xl6Xor0
 

*Jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks, dapat melaporkan kepada kami melalui surel cekfakta@medcom.id.

 

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar