#cekfakta#beritabohong#menteri-yasonna

[Cek Fakta] Menteri Yasonna Akhirnya Mundur usai Didemo Warga Tanjung Priok? Ini Faktanya

( kata)
[Cek Fakta] Menteri Yasonna Akhirnya Mundur usai Didemo Warga Tanjung Priok? Ini Faktanya
Tangkapan layar pemberitaan palsu dari media sosial Medcom.id


JAKARTA (Lampost.co) -- Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dikabarkan mundur dari jabatannya. Yasonna mundur usai didemo sejumlah warga yang mengklaim dari Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Adalah akun facebook Agil Rizki yang membagikan narasi Yasonna mundur dari jabatan menteri. Akun Agil Rizki juga mengunggah link pemberitaan CNNIndonesia.com dengan judul "Yasonna Laolu Mundur sebagai Menteri Hukum dan HAM."

Akun Agil Rizki membagikan narasi ini ke sebuah grup facebook (PSPS) Pendukung Setia PRABOWO - SANDI pada Jumat 24 Januari 2020.

"AKHIRNYA MUNDUR JUGA ABIS NGATAI ORANG2 TANJUNG PRIUK

LAGIAN SEBENERNYA NIH ORANG ASLI PRIBUMI APA BUKAN SIH ??," tulis akun Agil Rizki.

Unggahan akun Agil Rizki menyita perhatian sejumlah warganet. Terdiri dari 159 emotikon, 106 komentar dan 88 kali dibagikan.

Berikut sejumlah komentar warganet:

"Memang lebih baik mundur kerjaanya malu maluin. Kaya anak tk," tulis akun Moch Bachruddin AR.

"Hahaha alhamdulillah," tulis akun Dedfri Minovi.

"Bagus lah gk berguna jg," tulis akun Adit Suradit Bagendit.

Penelusuran:
Dari penelusuran tim Cek Fakta Medcom.id, klaim bahwa Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mundur usai berselisih paham dengan warga Tanjung Priok, Jakarta Utara, adalah salah.

Klaim atau narasi yang diunggah akun facebook Agil Rizki sama sekali tidak berhubungan dengan link berita yang turut dibagikan akun tersebut.

Bahwa benar Yasonna pernah menyatakan mundur dari jabatan menteri. Namun itu dilakukan saat Yasonna akan dilantik menjadi anggota DPR periode 2019-2024 dari daerah pemilihan Sumatera Utara I pada 1 Oktober 2019.

Yasonna mengajukan pengunduran diri kepada Presiden Joko Widodo dalam surat tertanggal 27 September 2019. Ia harus mundur karena tak boleh rangkap jabatan sesuai dengan Pasal 23 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara.

Namun pada Rabu 23 Oktober 2019, Yasonna kembali dilantik menjadi Menkumham. Pada hari yang sama, Yasonna mengajukan pengunduran diri sebagai Anggota DPR.

"Hari ini baru resmi pengunduran diri. Nanti (surat pengunduran) akan dikirim ke DPR," ucap Yasonna usai acara serah terima jabatan (sertijab) di Gedung Kemenkumham, Jakarta seperti dilansir Antaranews.com.

Adapun terkait perselisihan dirinya dengan warga Tanjung Priok, berawal dari pernyataan Yasonna dalam acara 'Resolusi Pemasyarakatan 2020 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS)' di Lapas Narkotika Kelas IIA Jatinegara, Jakarta, Kamis 16 Januari 2020.

Kala itu, Yasonna menilai kemiskinan merupakan sumber dari tindak kriminal. Ia menyoroti Tanjung Priok yang dianggap sebagai kawasan miskin.

"Itu sebabnya kejahatan lebih banyak terjadi di daerah-daerah miskin. Slum areas. Bukan di Menteng. Anak-anak Menteng tidak," ujar pemegang gelar doktor kriminologi dari North Carolina State University, Amerika Serikat itu. "Tapi coba pergi ke Tanjung Priok di situ ada kriminal. Lahir dari kemiskinan," seperti dilansir Detik.com pada Rabu 22 Januari 2020.

Namun dari pernyataan tersebut, sejumlah warga Tanjung Priok melakukan unjuk rasa di depan Gedung Kemenkumham, Jakarta Selatan, Rabu 22 Januari 2020. Mereka tersinggung dan mendesak Yasonna meminta maaf di depan publik.

"Menteri Yasonna Laoly harus minta maaf dalam kurun waktu 2x24 jam di media-media besar negeri ini," kata salah satu orator saat berada di atas mobil komando, seperti dilansir Kompas.com.

Yasonna pun merespons unjuk rasa itu dengan meminta maaf secara terbuka kepada warga Tanjung Priok. Yasonna menyadari ada penafsiran berbeda atas ucapannya tentang para kriminal yang bercokol di Priok. Yasonna mengaku tak bermaksud demikian.

"Apa yang saya sampaikan saat acara resolusi pemasyarakatan 2020 di Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Narkotika Kelas II A Jakarta, itu sama sekali tidak dimaksudkan untuk menyinggung perasaan saudara-saudara di Tanjung Priok," kata Yasonna di Kantor Kemenkumham, Jakarta, seperti dilansir Medcom.id.

Kesimpulan:
Klaim bahwa Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mundur usai berselisih paham dengan warga Tanjung Priok, Jakarta Utara, adalah salah.

Informasi ini masuk kategori hoaks jenis false context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.

Sumber:
https://www.facebook.com/groups/276665096312116/permalink/524884091490214/

Referensi:
1. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190927202518-32-434806/yasonna-laoly-mundur-sebagai-menteri-hukum-dan-ham?fbclid=IwAR0sfdSww_LqFvx4mtnBq-ujmsfO_xrDuq2ik0exA66pgpPW4GxPe5crGHc

2. https://news.detik.com/berita/d-4868872/pernyataan-lengkap-yasonna-soal-kriminal-di-priok-yang-jadi-kontroversi

3.https://megapolitan.kompas.com/berita/14234981-jika-yasonna-tak-minta-maaf-dalam-kurun-2x24-jam-ini-yang-akan-dilakukan

4. https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/Wb7LAEWk-yasonna-minta-maaf-kepada-warga-priok

 

Bambang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar