pilprescekfakta

[Cek Fakta] Masa Jabatan Presiden Diperpanjang karena Pilpres Digelar 2026? Ini Faktanya

( kata)
[Cek Fakta] Masa Jabatan Presiden Diperpanjang karena Pilpres Digelar 2026? Ini Faktanya
Tangkapan layar informasi di media sosial

Beredar narasi bahwa masa jabatan Presiden diperpanjang karena Pemilihan Presiden (Pilpres) akan digelar pada tahun 2026. Narasi ini beredar di media sosial.
 
Adalah akun facebook Bahsurip Surip yang mengunggah narasi ini pada Selasa 30 Juni 2020. Berikut narasi lengkapnya:
 
"Jabatan presiden di perpanjang,,,, pilpres masih lama tahun 2026
pasukan sakit hati kelamaan menderita."

 

[Cek Fakta] Masa Jabatan Presiden Diperpanjang karena Pilpres Digelar 2026? Ini Faktanya
Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa masa jabatan Presiden diperpanjang karena Pilpres digelar pada tahun 2026, adalah salah. Faktanya, sejauh ini Pilpres akan digelar pada 2024.
 
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra membantah kabar bahwa Pilpres 2024 diundur. Ia menegaskan Pilpres dan Pemilihan Legislatif (Pileg) akan digelar pada 2024.
 
"Pilpres dan Pileg tetap 2024," kata Ilham seperti dilansir Kompas.com, Kamis 25 Juni 2020.
 
Wakil Ketua Komisi II DPR Saan Mustopa ikut menegaskan bahwa Pilpres dan Pileg akan digelar pada 2024. Namun Saan mengakui bahwa pihaknya memang berencana merevisi Undang-Undang untuk memundurkan jadwal Pemilihan Kepala Daerah (Pikada)
 
"Itu baru wacana ya," kata Saan seperti dilansir Kompas.com.
 

[Cek Fakta] Masa Jabatan Presiden Diperpanjang karena Pilpres Digelar 2026? Ini Faktanya
 

Berikut artikel selengkapnya:
 
Klarifikasi KPU: Yang Diwacanakan Mundur ke 2027 Pilkada, Bukan Pilpres dan Pileg
 
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Ilham Saputra mengklarifikasi beredarnya kabar bahwa pemilu 2024 akan diundur ke tahun 2027.
 
Ilham menegaskan, wacana mengenai gelaran pemilihan diundur ke tahun 2027 adalah pemilihan kepala daerah ( pilkada) serentak.
 
Rencana itu sama sekali tak berpengaruh pada pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif ( Pileg) 2024.
 
Menurut Ilham, Pilpres dan Pileg bakal tetap digelar pada 2024, lima tahun berselang dari Pilpres dan Pileg 2019.
 
"Yang diundur ke 2027 keserentakan Pilkada, tidak berpengaruh ke Pilpres dan Pileg. Pilpres dan Pileg tetap 2024," kata Ilham kepada Kompas.com, Kamis (25/6/2020).
 
"Itu menurut yang saya dengar pada wacana revisi UU Pemilu dan Pilkada," lanjut dia.
 
Ilham mengatakan, pengunduran waktu Pilkada 2024 pun baru menjadi wacana DPR sebagai pembuat undang-undang.
 
KPU sendiri belum pernah dimintai pendapat terkait rencana tersebut.
 
"Ini bukan usulan KPU," ujar Ilham.
 
Adapun, Pilkada serentak di seluruh wilayah NKRI pada mulanya dijadwalkan digelar pada November 2024. Hal itu tertuang dalam Pasal 201 angka 8 Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.
 
Seperti diketahui, selama ini Pilkada belum pernah dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah NKRI.
 
Sampai dengan sekarang, Pilkada telah digelar sebanyak tiga gelombang, yaitu pada 2015, 2017, dan 2018.
 
Kepala daerah yang terpilih di 2015 akan berakhir masa jabatannya pada 2020 untuk kemudian digantikan oleh kepala daerah yang terpilih di 2020.
 
Sementara kepala daerah yang terpilih di 2017 bakal menjabat sampai 2022 dan digantikan kepala daerah yang terpilih di tahun 2022.
 
Kemudian, yang terpilih di 2018 akan menjabat hingga 2023 untuk digantikan kepala daerah yang terpilih di tahun tersebut.
 
Jika Pilkada bakal diserentakkan tahun 2024, UU telah mengatur jabatan kepala daerah yang habis pada tahun 2022 dan 2023 akan diisi oleh pelaksana tugas (Plt) hingga 2024.
 
Sedangkan kepala daerah yang terpilih melalui Pilkada 2020 hanya akan menjabat hingga tahun 2024.
 
Oleh karena itu, jika hendak memundurkan keserentakkan Pilkada dari 2024 ke 2027, dibutuhkan revisi undang-undang.
 
Dikonfirmasi secara terpisah, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Saan Mustopa juga memastikan bahwa pemilihan yang bakal dimundurkan pelaksanaannya hanyalah Pilkada serentak, bukan Pilpres ataupun Pi
leg.
 
Pilpres dan Pileg tetap akan digelar pada 2024 mendatang.
 
"Jadi pemilu presiden, legislatif tetap di 2024 dan nanti 2029," kata Saan saat dihubungi, Selasa (23/6/2020).
 
Saan mengatakan bahwa pihaknya memang berencana merevisi UU untuk memundurkan jadwal Pilkada.
 
Namun, hal itu masih berupa wacana yang baru akan dibahas.
 
"Itu baru wacana ya, wacana yang berkembang dibicarakan," kata Saan.

 

Kesimpulan:
Klaim bahwa masa jabatan Presiden diperpanjang karena Pilpres digelar pada tahun 2026, adalah salah. Faktanya, sejauh ini Pilpres akan digelar pada 2024.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis false context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.
 
Referensi:
https://nasional.kompas.com/berita/11404331-klarifikasi-kpu-yang-diwacanakan-mundur-ke-2027-pilkada-bukan-pilpres-dan?page=all
 

Medcom



Berita Terkait



Komentar