KPK

[Cek Fakta] Jaksa Kasus Novel Baswedan Fedrik Adhar Akhirnya Dipanggil KPK? Ini Faktanya

( kata)
[Cek Fakta] Jaksa Kasus Novel Baswedan Fedrik Adhar Akhirnya Dipanggil KPK? Ini Faktanya
Tangkapan layar informasi palsu di media sosial

Beredar narasi bahwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, Fedrik Adhar, akhirnya dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Narasi ini beredar di media sosial.
 
Adalah akun facebook TBS TV yang mengunggah sebuah video terkait Jaksa Fedrik pada Selasa 16 Juni 2020. Akun ini membuat narasi tersebut sebagai caption video.
 
"JAKSA NOVEL BASWEDAN, FEDRIK SARIPUDIN AKHIRNYA DIPANGGIL KPK," tulis akun TBS TV.

Unggahan akun ini ramai direspons warganet. Terdiri dari 6.700 emotikon, 2.100 komentar, 4.300 kali dibagikan dan telah ditonton sebanyak 573 ribu kali.
[Cek Fakta] Jaksa Kasus Novel Baswedan Fedrik Adhar Akhirnya Dipanggil KPK? Ini Faktanya
 

Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan, Fedrik Adhar dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), adalah salah. Faktanya, tidak ada informasi valid mengenai hal tersebut.
 
Pertama, kami menelusuri video yang diunggah akun TBS TV. Dalam video berdurasi 10 menit 22 detik itu, sama sekali tidak disinggung terkait pemanggilan resmi Jaksa Fedrik oleh KPK.
 
Justru pada video itu, menyoroti sejumlah sisi kehidupan Jaksa Fedrik. Di antaranya terkait harta kekayaan Jaksa Fedrik yang dianggap tidak wajar.
 
"Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Kurnia Ramadhana meminta agar Fedrik menjelaskan asal-usul harta kekayaannya kepada publik. Sebab tidak sesuai dengan masa kerja, dan gajinya sebagai ASN," bunyi penggalan narasi yang terdengar dari video tersebut.
 
Kami juga menelusuri mesin pencari terkait pemberitaan bahwa KPK akhirnya memanggil Jaksa Fedrik. Namun, kami tidak menemukan pemberitaan resmi terkait pemanggilan tersebut.
 
Sementara itu, Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati mengingatkan bahwa jaksa dilarang bergaya hidup mewah dan merangkap sebagai pengusaha. Hal itu seperti tertuang pada pasal 11 Undang-undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan.
 
"Perlu sekali (KPK turun tangan). Dan atasan (Jaksa) seharusnya melihat kemungkinan adanya indikasi korupsi. Karena dari gajinya tidak mungkin bisa bergaya hidup seperti itu," kata Asfinawati seperti dilansir RMOL.ID, Selasa 16 Juni 2020.
 

[Cek Fakta] Jaksa Kasus Novel Baswedan Fedrik Adhar Akhirnya Dipanggil KPK? Ini Faktanya
 

Kesimpulan:
Klaim bahwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan, Fedrik Adhar dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), adalah salah. Faktanya, tidak ada informasi valid mengenai hal tersebut.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis satire atau parodi. Konten jenis ini biasanya tidak memiliki potensi atau kandungan niat jahat, namun bisa mengecoh.
 
Satire merupakan konten yang dibuat untuk menyindir pada pihak tertentu. Kemasan konten berunsur parodi, ironi, bahkan sarkasme. Secara keumuman, satire dibuat sebagai bentuk kritik terhadap personal maupun kelompok dalam menanggapi isu yang tengah terjadi.
 
Sebenarnya, satire tidak termasuk konten yang membahayakan. Akan tetapi, sebagian masyarakat masih banyak yang menanggapi informasi dalam konten tersebut sebagai sesuatu yang serius dan menganggapnya sebagai kebenaran.
 

Referensi:
1. https://web.facebook.com/TbsMediaNews/videos/652020085382661
2. https://hukum.rmol.id/berita/439341-ketua-ylbhi-jaksa-dilarang-bisnis-jadi-harta-jaksa-fedrik-adhar-dari-mana

Medcom



Berita Terkait



Komentar