#cek-fakta#berita-bohong#foto-anies

[Cek Fakta] Gara-gara Foto Ini Anies Disebut tak Punya Hati? Simak Faktanya

( kata)
[Cek Fakta] Gara-gara Foto Ini Anies Disebut tak Punya Hati? Simak Faktanya
Tangkapan layar informasi palsu di media sosial


JAKARTA (LAmpost.co) -- Beredar sebuah foto memperlihatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sedang bermain sepak bola bersama anaknya. Dinarasikan foto itu merupakan bukti Anies tidak memiliki hati.

Adalah akun facebook Mustafa Sarumbu yang mengunggah foto dan narasi tersebut pada Selasa 21 April 2020. Pasalnya kegiatan itu dilakukan Anies saat pemerintah sedang sibuk melawan virus korona atau covid-19.

Berikut narasi selengkapnya: 

"Di tengah pemerintah sibuk melawan Corona Anies sibuk main bola dgn anaknya emang Anis nggak punya hati.. 

Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak memiliki hati karena sibuk bermain sepak bola bersama anaknya seperti foto di atas, adalah salah. Faktanya foto tersebut diabadikan jauh sebelum merebaknya wabah covid-19.

Kami menemukan foto tersebut diunggah pada 29 Juli 2016 di media sosial. Foto itu diunggah oleh akun facebook Kelly Atan.

Akun Kelly Atan menjelaskan kegiatan Anies bermain sepak bola dengan anaknya itu dilakukan sehari setelah tidak menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Kala itu Anies memilih menghabiskan waktu bersama keluarganya.

"Bermain bola bersama putranya Ismail Hakim Baswedan di rumahnya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta, Kamis (28/7/2016). Sehari setelah tidak menjabat menteri Anis Baswedan mengisi waktunya luangnya bersama keluarga," tulis akun Kelly Atan.

Kesimpulan:
Klaim bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak memiliki hati karena sibuk bermain sepak bola bersama anaknya seperti foto tersebut, adalah salah. Faktanya foto tersebut diabadikan jauh sebelum merebaknya wabah covid-19.

Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.

Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.

Referensi:
https://web.facebook.com/photo.php?fbid=1240650815954314&set=pb.100000282210183.-2207520000..&type=3

*Jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks, dapat melaporkan kepada kami melalui surel cekfakta@medcom.id.

Bambang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar