cekfakta

[Cek Fakta] Foto Penampakan Tommy Soeharto Biang Kerok Demo 212? Ini Faktanya

( kata)
[Cek Fakta] Foto Penampakan Tommy Soeharto Biang Kerok Demo 212? Ini Faktanya
Tangkapan layar informasi palsu di media sosial

Beredar sejumlah foto memperlihatkan Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto duduk di emperan toko. Tommy duduk bersama sejumlah orang lainnya.
 
Adalah akun facebook Frengky R yang turut mengunggah sejumlah foto tersebut, Kamis 25 Juni 2020. Akun ini membuat narasi bahwa pertemuan itu digelar usai demonstrasi yang digelar kelompok 212.
 
Berikut narasi lengkapnya:

 
"HABIS DEMO KUMPUL Yuuu,,,,,,,,
INI ADA BIANG KEROK DEMO "KADRUN" 212
ANDA KENAL YG PAKE KEMEJA KOTAK2,,,?????," 
tulis akun facebook Frengky R.
[Cek Fakta] Foto Penampakan Tommy Soeharto Biang Kerok Demo 212? Ini Faktanya

 

Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa foto itu memperlihatkan pertemuan Tommy Soeharto dengan sejumlah orang usai demonstrasi kelompok 212, adalah salah. Faktanya, foto itu tidak ada kaitannya dengan aksi demonstrasi.
 
Dilansir Jakartasatu.com, pertemuan itu diabadikan dalam sejumlah foto pada Sabtu 2 September 2017. Kala itu, Tommy sedang mampir di warung nasi gudeg di kawasan Jalan Gajah Mada, Jakarta.
 

[Cek Fakta] Foto Penampakan Tommy Soeharto Biang Kerok Demo 212? Ini Faktanya
 

Tommy berbaur dengan sejumlah orang yang sedang berada di tempat tersebut. Di antaranya salah satu tokoh Tionghoa, Lieus Sungkharisma.
 
Dilansir Jawapos.com, Tommy menghabiskan waktu sekitar dua jam, yakni sejak pukul 19.00 WIB hingga 21.00 WIB. Tommy menghabiskan uang untuk makanannya sendiri senilai Rp34 ribu.
 
"Saya awalnya enggak percaya kalau itu Tommy Soeharto," kata Rudi, salah satu pelayan, seperti dilansir Jawapos.com, Minggu 3 September 2017.
 

[Cek Fakta] Foto Penampakan Tommy Soeharto Biang Kerok Demo 212? Ini Faktanya
 

Di sisi lain, aksi unjuk rasa gabungan organisasi masyarakat (Ormas) Islam, berlangsung pada Rabu 24 Juni 2020. Mereka menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).
 
"Kita menolak RUU yang mengganti Pancasila menjadi Ekasila," kata orator dari mobil komando di Gerbang Utama Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, seperti dilansir Medcom.id, Rabu 24 Juni 2020.
 

[Cek Fakta] Foto Penampakan Tommy Soeharto Biang Kerok Demo 212? Ini Faktanya
 

Berikut artikel selengkapnya:
 
Gabungan Ormas Islam Demo Tolak Pembahasan RUU HIP
 
Jakarta: Gabungan organisasi masyarakat (Ormas) Islam menggelar unjuk rasa di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Mereka menuntut Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) dicabut dari Program Legislasi Nasional (Prolegnas).
 
"Kita menolak RUU yang mengganti Pancasila menjadi Ekasila," kata orator dari mobil komando di Gerbang Utama Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 24 Juni 2020.
 
Pantauan Medcom.id, massa mulai berkumpul di depan gerbang Kompleks Parlemen di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, sejak pukul 12.30 WIB. Masa mengular hingga jalan raya.
 
Kehadiran mereka membuat arus lalu lintas di depan gerbang Kompleks Parlemen cukup tersendat. Petugas keamanan mengatur arus lalu lintas agar massa tidak menutup akses jalan raya.
 
Pengunjuk rasa diminta membentangkan spanduk dengan menghadap ke jalan. Sehingga tujuan demonstrasi diketahui pengguna jalan.
 
Sebagian besar pengunjuk rasa juga terlihat menggunakan alat pelindung diri (APD). Ada juga yang hanya menggunakan pelindung wajah.
 
Sayangnya, mereka tidak menerapkan pembatasan jarak fisik dengan baik. Jarak antara pengunjuk rasa tidak sampai satu meter.
 
Namun, orator mengingatkan massa untuk mematuhi ketentuan protokol kesehatan selama aksi. "Kasih jarak, jangan bergerombol. Biar tempatnya agak lapang," ujar dia.

 

Kesimpulan:
Klaim bahwa foto itu memperlihatkan pertemuan Tommy Soeharto dengan sejumlah orang usai demonstrasi kelompok 212, adalah salah. Faktanya, foto itu tidak ada kaitannya dengan aksi demonstrasi.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis false context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.
 

Referensi:
https://jakartasatu.com/2017/09/03/tommy-suharto-makan-gudeg/
https://www.jawapos.com/features/humaniora/03/09/2017/makan-lesehan-tommy-soeharto-habiskan-uang-segini/
https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/zNPGJegK-gabungan-ormas-islam-demo-tolak-pembahasan-ruu-hip
 

Medcom



Berita Terkait



Komentar