tiongkokTKA

[Cek Fakta] Dubes Tiongkok Sebut Gaji TKA Tiongkok Harus Lebih Tinggi dari Pekerja Lokal? Cek Faktanya

( kata)
[Cek Fakta] Dubes Tiongkok Sebut Gaji TKA Tiongkok Harus Lebih Tinggi dari Pekerja Lokal? Cek Faktanya
Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Youtube


Beredar sebuah video yang memperlihatkan Dubes Tiongkok untuk Indonesia Wang Liping sedang melakukan konferensi pers virtual. Video itu menarasikan bahwa Dubes Tiongkok Wang Liping seolah berkata bahwa TKA Tiongkok harus menerima gaji lebih tinggi dibanding pekerja lokal.
 
Video itu berasal dari kanal Youtube GARUDA HITAM berjudul "BERITA TERBARU HARI INI ~ WOW !! DUBES CINA S3BUT PEKERJA INDONESIA KUR4N6 PINTAR !! VIRAL HARI INI". Foto thumbnail pada video berdurasi 10 menit 11 detik itu terdapat narasi, bertuliskan sebagai berikut:
 
"Keterlaluan !! MENHAN PRABOWO ANGKAT BICARA!!
DUBES CINA : G4JI TKA CINA HARUS LEBIH T1NGGI, INDON3S1A TANPA C1NA BISA APA??"


[Cek Fakta] Dubes Tiongkok Sebut Gaji TKA Tiongkok Harus Lebih Tinggi dari Pekerja Lokal? Cek Faktanya
Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim pada video bahwa Dubes Tiongkok mengatakan gaji TKA Tiongkok harus lebih tinggi dari pekerja lokal, karena Indonesia tidak bisa apa-apa, adalah salah. Dubes Tiongkok untuk Indonesia Wang Liping telah memberikan penjelasan. '
 
Dilansir Detik.com, Konselor Bidang Ekonomi dan Bisnis Kedubes Tiongkok untuk RI Wang Liping menjelaskan mengapa hal itu bisa terjadi.
 
Menurut Wang, sebetulnya perusahaan Tiongkok menggaji karyawannya sesuai dengan kompetensi pekerja itu sendiri, dilihat dari kontribusi dan produktivitas. Dia menegaskan dalam menentukan upah, perusahaan Tiongkok di Indonesia tidak melihat latar belakang kebangsaan.
 
Wang mengungkapkan, masih ada pekerja Indonesia yang sudah menjadi beberapa ahli teknis mendapat gaji jauh lebih besar dibanding pekerja Tiongkok.
 
"Pertama perusahaan Tiongkok sama seperti semua perusahaan dunia, mereka menaikkan gaji karena kontribusi dan produktivitas pekerja, tidak ada kaitan soal kebangsaan. Ahli teknis Indonesia pun mendapat gaji lebih besar daripada pekerja Tiongkok biasa," ujar Wang dalam video teleconference bersama wartawan, Rabu 24 Juni 2020.
 

[Cek Fakta] Dubes Tiongkok Sebut Gaji TKA Tiongkok Harus Lebih Tinggi dari Pekerja Lokal? Cek Faktanya
 

Pula, dilansir Bisnis.com, Wang Liping mengakui pekerja lokal hanya menerima gaji 10 persen dari upah yang diterima tenaga kerja asing asal Negeri Tirai Bambu. Namun, dia menjelaskan bahwa TKA asal Tiongkok kebanyakan menduduki jabatan manajerial selain tenaga ahli dan terampil. Hal itu karena Indonesia dinilai belum mampu menyediakan tenaga kerja terampil yang dibutuhkan perusahaan terkait. Dengan demikian, meski biayanya tinggi investor Tiongkok memutuskan mengambil tenaga terampil dari negerinya.
 
"Seorang pekerja terampil Tiongkok pada umumnya dibayar USD 30.000 per tahun ditambah biaya penerbangan internasional dan akomodasi yang wajib ditanggung oleh perusahaan. Sementara itu, seorang pekerja lokal Indonesia dibayar 10 persen dari total biaya pekerja Tiongkok," katanya.
 
Dia melanjutkan, TKA asal Tiongkok tersebar di berbagai industri dan terkonsentrasi antara lain di Sulawesi, Kalimantan, dan Jawa Barat. Meski dibayar lebih mahal, tetapi proporsi TKA dibandingkan dengan pekerja lokal tetap lebih kecil. Contohnya, di PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) proporsinya 1 banding 10, sedangkan JD.id 1 banding 70, dan di Julong Group 1 banding 150.
 
Wang melanjutkan meski perusahaan-perusahaan mempekerjakan tenaga terampil dari Tiongkok, tetapi kini sedang digodok rencana untuk meningkatkan tenaga kerja lokal, sekaligus demi menekan biaya. Sebagai contoh, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan secara bertahap menggunakan tenaga lokal.
 
Selain itu, Huawei Technologies sedang melakukan pelatihan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) pekerja lokal.
 
"Hingga kini pekerja Indonesia yang menerima pelatihan tersebut telah melebihi 7.000 orang," ujarnya.
 

[Cek Fakta] Dubes Tiongkok Sebut Gaji TKA Tiongkok Harus Lebih Tinggi dari Pekerja Lokal? Cek Faktanya
 

Kesimpulan:
Klaim pada video bahwa Dubes Tiongkok mengatakan gaji TKA Tiongkok harus lebih tinggi dari pekerja lokal, karena Indonesia tidak bisa apa-apa, adalah salah. Dubes Tiongkok untuk Indonesia Wang Liping telah mengatakan, dalam menentukan upah, perusahaan Tiongkok di Indonesia tidak melihat latar belakang kebangsaan.
 
Informasi ini jenis hoaks misleading content. Ini terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

Referensi:
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5066220/kenapa-gaji-pekerja-china-di-ri-lebih-besar-dari-yang-lokal
https://kabar24.bisnis.com/read/20200602/15/1247441/tka-digaji-lebih-mahal-dari-pekerja-lokal.-begini-penjelasan-kedubes-china
 

Medcom







Berita Terkait



Komentar