vaksincovid-19

[Cek Fakta] BPOM Halangi Pemberian Vaksin Covid-19? Ini Faktanya

( kata)
[Cek Fakta] BPOM Halangi Pemberian Vaksin Covid-19? Ini Faktanya
Tangkapan layar pemberitaan palsu melalui media sosial. Foto: Facebook


Beredar kabar yang menyebutkan bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menghalangi distribusi vaksin. Informasi ini menyebar di media sosial.
 
Akun Facebook Wandy Afriadi mengunggah kabar tersebut pada Kamis, 29 Oktober 2020. Akun itu mengunggah status bertuliskan sebagai berikut:

“Vaksin korona sudah siap diberikan, eh skrng terhalang oleh BPOM.”


[Cek Fakta] BPOM Halangi Pemberian Vaksin Covid-19? Ini Faktanya
 

Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim bahwa BPOM menghalangi vaksin covid-19 yang sudah siap diberikan adalah salah. Faktanya, hingga saat ini (4 November 2020) belum ada vaksin covid-19.


 Dilansir Detik.com melalui artikel berjudul "Tegaskan Belum Ada Vaksin COVID-19 yang Mendapat Izin Edar" dimuat 28 Oktober 2020, Plt Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif BPOM, Dra Togi J Hutadjulu menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada vaksin covid-19 yang sudah mendapatkan izin edar. Semua kandidat vaksin yang ada kini ada masih dalam tahap uji klinik. "Sampai saat ini belum ada vaksin covid-19 yang mendapat izin edar. Semua kandidat vaksin covid-19 yang ada masih dalam tahap pengembangan uji klinik maupun preklinik,” kata Togi pada konferensi pers Rabu, 28 Oktober 2020.
 
Merujuk data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang diperbarui pada tanggal 19 Oktober 2020, sampai saat ini sudah ada 44 kandidat vaksin covid-19 yang sudah memasuki tahap uji klinik. Sementara, ada juga 154 kandidat vaksin yang sedang menjalani tahapan uji praklinik.
 
"BPOM sebagai bagian dari komite penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional mendukung persiapan pemerintah dalam pemberian vaksin covid-19, serta memperhatikan arahan presiden tentang perlunya kehati-hatian terkait rencana vaksinasi covid-19 pada masyarakat luas," ujarnya.
 

 
[Cek Fakta] BPOM Halangi Pemberian Vaksin Covid-19? Ini Faktanya
 

Sementara itu, dilansir Medcom.id melalui artikel berjudul "Vaksin Covid-19 Buatan Indonesia Dirilis Awal 2021" dimuat pada 2 Agustus 2020, Indonesia juga tengah membuat vaksin covid-19. Kemungkinan bibit atau kandidat vaksin buatan Indonesia itu bakal dirilis pada awal 2021.
 
"Awal tahun depan (2021), kita harus ada dan keliatannya bisa ada kandidat vaksin ya," ujar Wakil Kepala Lembaga Eijkman, Herawati Sudoyo, dalam Crosscheck Medcom.id berjudul Covid-19, Protokol Mulai Bobol?, Minggu, 2 Agustus 2020.
 
Lembaga Eijkman mengembangkan vaksin covid-19 berdasarkan Whole Genome Sequencing (WGS). Menurut Hera, ada enam platform pengembangan vaksin.Eijkman memilih mengembangkan vaksin dengan platform sub unit protein. Platform ini membutuhkan banyak informasi genetik dari virus korona sebelum dikembangkan.
 
"Hanya bagian tertentu dari virus tersebut yang kita pakai sebagai antigen dan diharapkan dapat merangsang antibodi di tubuh manusia," papar Hera.
 
Hera mengingatkan pembuatan vaksin tak perlu menjadi polemik meski yang diproduksi nantinya bukan buatan Indonesia. Yang terpenting, Indonesia telah mencoba mengembangkan vaksin secara mandiri.Menurut dia, seluruh laboratorium uji covid-19 di dunia tengah mencoba membuat vaksin secara mandiri. Apapun platform vaksin yang dapat merangsang antibodi akan digunakan.
 
"Jadi zaman sekarang bukan lagi kompetisi menutup informasi sebagainya. Teknologi, uji klinis pasti di-share hasilnya semua. Sehingga kita bisa mengetahui vaksin-vaksin mana saja yang kira-kira memiliki kemungkinan untuk digunakan secara cepat," kata Hera.
 

[Cek Fakta] BPOM Halangi Pemberian Vaksin Covid-19? Ini Faktanya
 

Kesimpulan:
Klaim BPOM menghalangi vaksin Covid-19 yang sudah siap diberikan adalah tidak benar. Sampai saat ini belum ada vaksin Covid-19 yang mendapat izin edar dan vaksin Covid-19 masih dalam tahap pengembangan uji klinik maupun preklinik, sehingga hal ini masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
 
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
 
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
 

[Cek Fakta] BPOM Halangi Pemberian Vaksin Covid-19? Ini Faktanya
 

Referensi:
https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/ZkeBA2ZK-vaksin-covid-19-buatan-indonesia-dirilis-awal-2021
https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5232276/bpom-tegaskan-belum-ada-vaksin-covid-19-yang-mendapat-izin-edar
https://archive.md/WCb4b
 
 

Medcom







Berita Terkait



Komentar