#cek-fakta#berita-bohong#virus-corona
Cek Fakta

[Cek Fakta] Benarkah Film Contagion Sudah Lama Memprediksi Pandemi Korona? Ini Faktanya

( kata)
[Cek Fakta] Benarkah Film <i>Contagion</i> Sudah Lama Memprediksi Pandemi Korona? Ini Faktanya
Tangkapan layar pemberitaan palsu dari media sosial Medcom.id

JAKARTA (Lampost.co) -- Baru-baru ini, film Contagion (2011) garapan Sutradara Steven Sodenbergh mendadak ramai diperbincangkan. Film fiksi-ilmiah (science-fiction/SCI-FI) produksi Hollywood itu disebut sudah lama meramal akan terjadinya wabah pandemi virus Korona tipe baru alias covid-19.

Mulai dari kesamaam mengenai Tiongkok sebagai lokasi awal penyeabran virus, dugaan bahwa virus pertama kali berasal dari kelelawar, hingga tingkat penyebaran yang cepat dengan jumlah korban yang banyak.

Sodenbergh mengakui bahwa tema Contagion terinspirasi dari penyebaran dua wabah dari virus Korona: SARS (Severe Acute Respiratory Syndrom) dan MERS (Middle East Respiratory Syndrom). Kedua wabah yang berasal dari virus Korona itu telah menginfeksi dan membunuh ribuan orang dari beberapa negara.

Namun, Sodenbergh membuat sedikit modifikasi. Pada cerita di film, virus mematikan yang menyebar bernama Meningoencephalitis Virus One (MEV-1), yakni kombinasi antara influenza dan virus Nipah. Gejala yang timbul pada penderita akan mengalami peradangan otak dan gangguan pernafasan. Alhasil, kesamaan kondisi wabah covid-19 saat ini dengan film Contagion melahirkan berbagai spekulasi. Seperti beredarnya narasi yang menyebar melalui pesan berantai WhatsApp. Berikut narasinya:

"Bertanya-tanya !!! .. 9 tahun melalui Amerika telah membuat film tentang Coronavirus yang isinya kurang lebih persis dengan kejadian saat ini ..
Sebuah film Amerika yang dirilis pada tahun 2011 berbicara tentang virus "Coronavirus" yang mulai menyebar dari Cina ke seluruh dunia! Hal yang paling aneh adalah bahwa pada akhir film ternyata penyebab infeksi adalah kelelawar, yang merupakan alasan yang sama bahwa penyakit ini menyebar sekarang! Nama film ini "Contagion" dan dibintangi oleh Matt Damon, Jude Law, Gwyneth Paltrow & Kate Winslet.
"

Penelusuran:

Film Contagion memang mengadaptasi keakuratan ilmiah untuk membuat alur cerita semakin terlihat nyata. Sejumlah keritikus film juga memberikan pujian pada film yang diperankan oleh sejumlah artis besar itu. Kendati demikian, klaim bahwa film Contagion telah memprediksi terjadinya pandemi covid-19, tidak berdasar.

Dilansir pbg.orgPBS NewsHour media asal Amerika Serikat, menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan fakta (fact-checking) terhadap film Contagion yang sempat booming di Amerika Serikat pada 2011. Tim menguji keakuratan film itu terhadap konsistensi ilmiah.

Sekelompok ahli dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) badan yang bekerja di bawah koordinasi Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat, membantu PBS NewsHour memilah-milah dan menguji keakuratan ilmiah dari film Contagion. Berikut hasil pemeriksaan faktanya:

Skenario Contagion: Penyakit mematikan dalam film dimodelkan kombinasi influenza dan virus yang disebut Nipah, yang menyebabkan peradangan otak dan penyakit pernapasan.

Cek fakta: Untuk saat ini - penyakit kombinasi tersebut adalah ramuan Hollywood dan tidak bisa ada di dunia nyata.

"Influenza dan Nipah memiliki genom yang tidak kompatibel yang tidak mampu digabungkan di alam," kata kata pakar virus CDC kepada NewsHour melalui surel.

Tetapi, Nipah adalah penyakit yang benar-benar muncul di Asia (Selatan dan Tenggara) dan dapat menyebabkan peradangan otak yang mematikan pada manusia. Virus ini menewaskan 105 pasien dalam wabah di Malaysia pada tahun 1999, dan menyebabkan 49 kematian di India selama wabah pada tahun 2001.

Kebanyakan wabah Nipah belum menyebar secara luas pada manusia, dan hanya menghasilkan beberapa kasus. Ahli virologi CDC mengatakan Nipah tidak sangat konsisten dengan patogen yang dapat menyebabkan pandemi global (seperti pandemi covid-19). Saat ini tidak ada perawatan atau vaksin yang efektif untuk penyakit ini.

Skenario Contagion: Virus ini sangat mudah menular sehingga menyebar ke lokasi baru di seluruh dunia dalam beberapa hari.

Cek Fakta: Pengaturan ini masuk akal dan sudah terjadi dua kali, kata CDC, dengan wabah SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) pada tahun 2003 di Asia, dan pandemi H1N1 2009. SARS menyebar ke 13 negara di tiga benua dalam waktu kurang dari sebulan, dan H1N1 menyebar secara global dalam beberapa minggu.

Skenario Contagion: Virus fiksi menjangkau manusia melalui serangkaian pertemuan hewan: kelelawar memakan buah kemudian menjatuhkannya ke kandang babi, babi memakannya, kemudian disembelih dan ditangani oleh koki yang bersentuhan dengan Gwenyth Paltrow (pemeran dalam film).

Cek Fakta: Babi dan kelelawar adalah biang keladi dari wabah Nipah. Penyakit ini menular ke manusia melalui kontak dengan babi yang terinfeksi di Malaysia dan Singapura, dan melalui mengonsumsi buah yang terkontaminasi dengan urin atau air liur dari kelelawar yang terinfeksi di Bangladesh dan India. Kelelawar khususnya menjadi tuan rumah reservoir yang hebat untuk penyakit, yang berarti mereka dapat menampung patogen tanpa batas tanpa efek buruk.

“Kontak dengan kelelawar (atau kontak dengan inang hewan perantara yang mendapatkan infeksi dari kelelawar) adalah tema umum di antara beberapa infeksi manusia yang baru muncul,” kata CDC.

SARS, Ebola dan flu burung, hanyalah beberapa dari banyak penyakit lain yang terjadi dari kontak manusia dengan hewan. Pasar makanan dan pengolahan makanan juga merupakan jalur yang dikenal untuk penyebaran penyakit ke manusia - wabah SARS pada tahun 2003 ditelusuri ke kontak manusia dengan hewan yang disebut kucing luwak, yang dijual untuk makanan di Tiongkok.

Skenario Contagion: Ketika penyakit terus berlanjut, kerja cepat oleh para ilmuwan mengarah ke vaksin yang sedang dikembangkan dalam waktu sekitar empat bulan.

Cek Fakta: Dalam kasus virus yang sama sekali baru muncul, mengembangkan vaksin yang cepat tidak mungkin, kata CDC. Vaksin flu, yang dikembangkan setiap tahun, membutuhkan waktu setidaknya empat hingga enam bulan. Untuk ancaman baru, mengidentifikasi virus baru, merumuskan vaksin, dan mempertimbangkan keamanan vaksin semua akan membutuhkan waktu.

"Dengan asumsi vaksin dapat dibuat - yang bisa memakan waktu lebih dari 4 hingga 6 bulan," kata CDC.

Skenario Contagion: Suatu proses yang disebut pelacakan kontak dilakukan dalam film oleh penyelidik yang mencoba melacak penyakit melalui jalur jaringan sosial dan interaksi.

Cek Fakta: Prosedur ini banyak digunakan selama investigasi epidemiologi. Ini memberi otoritas kesehatan untuk mengetahui tingkat paparan dan digunakan untuk mengembangkan respons kesehatan masyarakat dalam keadaan darurat, kata CDC.

Investigator akan mewawancarai seorang pasien atau anggota keluarga, melacak kontak pasien, menelusuri kembali langkah-langkah, penyaringan orang di sepanjang jalan dan mencoba mengidentifikasi sumbernya. Proses ini digunakan dalam segala hal mulai dari penyakit menular seksual, hingga penyakit yang ditularkan melalui makanan seperti yang terlihat dalam upaya untuk melacak asal-usul wabah E.coli di Eropa awal tahun 2011.

Kesimpulan:
Klaim bahwa film Contagion telah memprediski pandemi covid-19 tidak berdasar. Semua alur cerita dalam film mengadaptasi wabah dan pandemi yang sudah pernah terjadi sebelumnya dengan sedikit modifikasi.

Referensi:

https://www.pbs.org/newshour/health/cdc-experts-examine-the-science-of-hollywoods-contagion

*Jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks, dapat melaporkan kepada kami melalui surel cekfakta@medcom.id.

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar