#ternak#vaksin#lampura#jembrana#beritalampung

Cegah Penyakit Jebrana, Distan Lampura Vaksinasi Massal 

( kata)
Cegah Penyakit Jebrana, Distan Lampura Vaksinasi Massal 
Ilustrasi. (Dok.Lampost.co)

KOTABUMI (Lampost.co)--Guna mencegah penyebaran penyakit jebrana pada ternak, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lampung Utara menggelar vaksinasi massal khusus sapi bali yang dibudidayakan peternak. 

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lampung Utara Yuli Endratmoko, di ruang kerjanya, Rabu (13/2/2019), mengatakan guna mencegah penyebaran penyakit jebrana yang menyerang sapi bali, pihaknya melakukan vaksinasi massal dengan menyuntikkan multivitamin untuk menguatkan daya tahan tubuh sapi agar tidak terserang penyakit tersebut. 

Selain vaksinasi, pihaknya melalui petugas unit pelaksana teknis daerah (UPTD), Distan, di kecamatan juga telah melakukan imbauan pada pedagang ternak di wilayah agar tidak menjual sapi bali dari luar daerah, khususnya dari kabupaten yang telah terindikasi terserang wabah tersebut. Selain itu, imbauan pada peternak juga untuk tidak membeli sapi bali dari daerah lain. 

"Pencegahan penyakit jebrana adalah dengan melakukan vaksinasi dengan multivitamin untuk menguatkan daya tahan tubuh sapi. Terkait serangan virus jebrana yang telah menyerang kabupaten lain, pihaknya telah mengantisipasi dengan melakukan vaksinasi massal secara bertahap pada sekitar 806 populasi sapi bali yang dibudidayakan peternak. Selain itu, dengan melakukan imbauan pada pedagang sapi dan peternak untuk tidak membeli sapi bali dari daerah lain" ujarnya.

Ciri ternak sapi terjangkit penyakit jembrana dapat diketahui yakni sapi mengalami demam tinggi dengan suhu badannya mencapai 38-42 derajat Celsius, pada bagian kelenjar limfe mengalami pembengkakan hebat, pada bagian selaput lendir mulut sapi ada sebuah luka. Kemudian, sapi yang terjangkit sering kali mengalami pendarahan pada kulit, sapi akan mengalami penurunan nafsu makan sehingga berat badannya mengalami penurunan, ditambah diare yang bercampur dengan darah. 

"Bila peternak Lampura menemukan tanda penyakit jebrana tersebut, dapat langsung menghubungi petugas unit pelaksana teknis daerah (UPTD) di kecamatan setempat atau langsung ke kantor Dinas Pertanian untuk segera dilakukan penanganan," kata dia.

Yudhi Hardianto*



Berita Terkait



Komentar