#proyekspam#galianspam#beritalampung#proyekbermasalah

Karut-Marut Proyek SPAM Terus Jadi Sorotan

( kata)
Karut-Marut Proyek SPAM Terus Jadi Sorotan
Jajaran Komisi IV DPRD Provinsi Lampung yang melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) beberapa proyek pengerjaan SPAM sepanjang jalan lintas Sumatera dan depan Bundaran Rajabasa Bandar Lampung, Selasa 3 Maret 2020. Lampost.co/Triyadi Isworo

Bandar Lampung (Lampost.co): Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Way Rilau menimbulkan berbagai masalah, banyak galian pipa yang asal-asalan dan membiarkan jalan tersebut rusak alias tidak diperbaiki dan hanya ditutup tanah. Bahkan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) telah mengeluarkan putusan dan sanksi.

Putusan yang dibacakan pada Rabu, 26 Februari 2020 atas perkara Nomor: 14/KPPU-L/2019 tentang Dugaan Pelanggaran Pasal 22 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 dalam Pelelangan Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha terkait Sistem Penyediaan Air Minum di Kota Bandar Lampung ini berawal dari laporan yang disampaikan masyarakat.

Objek perkara dalam perkara ini adalah pengadaan Badan Usaha Pelaksana (BUP) proyek kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Bandar Lampung.

Persoalan tersebut menjadi sorotan jajaran Komisi IV DPRD Provinsi Lampung yang melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lokadi proyek pengerjaan SPAM sepanjang jalan lintas Sumatera dan depan Bundaran Tugu Raden Intan, Rajabasa, Bandar Lampung, Selasa 3 Maret 2020.

Dikomandoi Sekretaris Komisi IV Kostiana (PDIP) dan Wakil Ketua Iswan H Caya (PAN), dan para Anggota Komisi IV DPRD Lampung yang terdiri dari Ni Ketut Dewi Nadi (PDIP), Nurul Ichwan (PDIP), Budiman AS (Demokrat), Midi Ismanto (Demokrat), Soni Setiawan (PKB), dan Azwar Yakub (Golkar).

"Proyek SPAM tersebut menghabiskan anggaran pusat sebesar Rp1,2 triliun. Tujuan kami melakukan sidak pada hari ini untuk memantau pengerjaan proyek ini. Sampai dimana pengerjaannya," kata Sekretaris Komisi IV DPRD Lampung Kostiana bersama jajarannya.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Lampung Iswan H Caya mengatakan tinjauan tersebut untuk mengecek soal pengerjaan proyek tersebut, termasuk soal keselamatan para pengguna jalan.

"Keselamatan para pengendara juga harus difikirkan, jangan sampai proyek ini membahayakan dan merugikan masyarakatnya. Kami meninjau langsung pengerjaan proyek ini. Nantinya tinjauan ini akan kami buat rekomendasi untuk disampaikan ke pimpinan," kata Politisi PAN ini.

Ia mengatakan pihaknya menargetkan proyek pengerjaan tersebut rampung Maret 2020 ini. "Kita meninjau langsung pengerjaan ini, jangan sampai mengganggu pengguna jalan. Sebelumnya, kita menargetkan pengerjaan ini di bulan Maret," katanya.

Dari pantauan, diketahui pengerjaan proyek SPAM tersebut memakan kedalaman untuk pemasangan pipa besar hanya sedalam tak kurang dari 4 meter dengan pengerjaannya memakan hampir dua pertiga jalan.

Sementara itu, Manager Proyek Bangun Cipta Contraction Rify M Nur Rifky mengatakan pengerjaan proyek akan segera rampung, karena saat ini sudah memasuki 97%. "Mudah-mudahan tak lama lagi. Sekitar satu bulan ke depan sudah rampung secara keseluruhan," katanya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar