#perompak#kapalaustralia#beritalampung

Cari Perompak Kapal Australia, Polisi Gerebek 6 Rumah di OKI

( kata)
Cari Perompak Kapal Australia, Polisi Gerebek 6 Rumah di OKI
Dirpolair Polda Lampung Kombespol Yohanes Widodo, Jumat, 5 Juni 2020. Lampost.co/Asrul

Bandar Lampung (Lampost.co): Direktorat Pol Air Polda Sumatera Selatan terus melakukan pengejaran terhadap pembajak Kapal WNA Australia, Nowicki Tadeus (70). Mantan petenis tersebut menjadi korban perompakan di perairan Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, pada 24 Mei 2020.

"Perkara sudah kami lidik, dan kita masih melakukan pengejaran," ujar Dirpolair Polda Lampung Kombespol Yohanes Widodo, Jumat, 5 Juni 2020.

Sebenarnya, kata dia, aparat sudah mengendus dan mengidentifikasi beberapa pelaku. Pihaknya sudah melakukan pengejaran dan menggeledah sekitar 6 rumah di Desa Sungai Sibur, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten OKI, Sumatera Selatan, namun para pelaku sudah tidak ada di tempat.

"Doakan segera terungkap, terus kita kejar pelaku," katanya.

Akan tetapi di lokasi penggerebakan ditemukan sejumlah barang bukti, diduga hasil curian dari korban WNA Australia tersebut yang jumlahnya mencapai 21 item.

"Barang bukti sudah kita serahkan ke Korban disaksikan dengan pihak Polda Lampung, Basarnas, TNI AL Pos Kuala Teladas, dan instansi lainnya, per 28 Mei yang lalu," ujarnya.

Penyerahan barang bukti tersebut sudah dikoordinasikan dengan kejaksaan dan kepolisian, dalam bentuk pinjam pakai, karena sangat dibutuhkan bagi korban untuk memperbaiki dan menlengkapi komponen di kapalnya yang sempat dijarah.

Sementara, Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Zahwani Pandra Arsyad, mengatakan saat ini kondisi WNA tersebut dalam kedaan baik dan masih berada di Tulangbawang.

Berita terkait:

Kapal Yacht Asal Australia Terdampar di Perairan Tulangbawang

Kedubes Australia Apresiasi Polda Lampung Tangani Korban Pembajakan

Pandra memaparkan korban sudah menemukan paspornya yang waktu itu dikira hilang atau dicuri dan setelah pengecekan stempel visa oleh Imigrasi Bandar Lampung (melalui WhatsApp). Pihak imigrasi Bandar Lampung sudah mengkonfirmasi bahwa tidak ada masalah dengan visa Tadeusz dan yang bersangkutan bisa kembali melanjutkan perjalanannya melalui darat, laut, atau udara.

Pada 3 Juni 2020 yang lalu, personel Pol Air Polres Tulangbawamg mendampingi korban untuk mengambil uang Western Union yang dikirim oleh istrinya di Australia. 

"Dana tersebut akan digunakan salah satunya untuk membiayai penarikan kapal milik Tadeusz ke Jakarta. Dikarenakan keterbatasan biaya, Tadeusz hanya bisa menarik kapalnya dibantu oleh kapal nelayan setempat. Tapi karena ini kapal asing, nelayan setempat meminta jaminan izin dari kepolisian atau Polair setempat," katanya.

Diharapkan agar korban bisa melakukan perjalanan secepatnya ke Jakarta, lalu kembali ke Australia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar